https://jatim.times.co.id/
Berita

Warga Cacat di Sepadan Sungai Banyuwangi Akhirnya Bisa Bernafas Lega, Dinas Pengairan Lakukan Ini

Sabtu, 30 Agustus 2025 - 14:34
Warga Cacat di Sepadan Sungai Banyuwangi Akhirnya Bisa Bernafas Lega, Dinas Pengairan Lakukan Ini Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Guntur Priambodo. (FOTO: Ikromil Aufa/TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, BANYUWANGI – Harapan Pasangan Suami Istri (Pasutri) Muji dan Sariyati, warga Lingkungan Watu Ulo, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, akhirnya mulai menemui titik terang. Rumah mereka yang terancam longsor akibat kondisi sepadan Kali Rinjani yang rusak, segera mendapatkan penanganan dari Dinas PU Pengairan Banyuwangi.

Pasutri tersebut sebelumnya hidup dalam kecemasan. Bagaimana tidak, bagian dapur dan kamar mandi rumah mereka sudah longsor sejak setahun lalu ketika debit sungai meluap.

Kondisi tersebut, kian menyayat hati lantaran Muji, sang kepala keluarga, adalah penyandang disabilitas yang kehilangan kaki kanannya akibat kecelakaan alias cacat.

Kepala Dinas PU Pengairan Banyuwangi, Guntur Priambodo, menegaskan bahwa pemerintah tidak tinggal diam. Menurutnya, perbaikan akan segera dilakukan dengan memanfaatkan dana kebencanaan Belanja Tak Terduga (BTT).

“Memang ada beberapa daerah di sepanjang sungai yang terdampak pasca banjir kemarin. Tentu akan kita lakukan perbaikan-perbaikan seusai dengan kebutuhan. Lokasi yang paling membutuhkan akan segera kita prioritaskan dengan menggunakan anggaran BTT,” kata Guntur, Sabtu (30/8/2025).

Namun, Guntur menjelaskan, penggunaan BTT harus disertai dengan perpanjangan status bencana, karena dasar pemanfaatan anggaran tersebut adalah status bencana hidrometeorologi.

“Dalam waktu dekat ini akan kita coba lakukan penanganan sementara sambil menunggu penanganan permanen yang sudah direncanakan masuk anggaran tahun 2026,” ujar Guntur yang juga menjabat Pelaksana Harian Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi.

“Sementara pakai Bronjong (Anyaman kawat baja berlapis seng/galvanis yang berbentuk kotak, balok, atau silinder, yang di dalamnya diisi dengan batu-batuan besar) untuk penahan sepadan,” sambungnya.

Dari pantauan TIMES Indonesia dilapangan, kondisi sepadan kali Rinjani, Lingkungan Watu Ulo, Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, memang sangat memprihatinkan.

Selain aliran sungai yang curam, sepadan sungai juga kian menyempit lantaran sudah pernah longsor sekitar hampir setahun lalu.

Kala itu, dapur dan kamar mandi milik pasangan Muji, pria cacat kaki dan Sariyani, longsor. Kini dengan keadaan sepadan yang makin menyempit, rumah mereka terancam ikut ambrol ke jurang sungai.

Penanganan darurat dengan bronjong diharapkan menjadi titik awal menuju pembangunan permanen, agar warga yang tinggal di sepanjang Kali Rinjani bisa kembali hidup dengan tenang tanpa dihantui rasa cemas setiap kali hujan turun. (*)

Pewarta : Syamsul Arifin
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.