TIMES Jatim/Baju putih, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi, Dwi Yanto, bersama para pelaku wisata BTM 2025. (Foto: Fazar Dimas/TIMES Indonesia).

Banyuwangi Travel Mart (BTM) 2025, sebuah gerakan yang digagas oleh para pelaku wisata bakal mendongkrak sektor pariwisata daerah. Kegiatan dibuka dengan acara makan malam di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, pada Selasa, (10/6/2025), Kemarin, diproy

TIMES Jatim,Rabu 11 Juni 2025, 12:01 WIB
16.2K
S
Syamsul Arifin

BANYUWANGIBanyuwangi Travel Mart (BTM) 2025, sebuah gerakan yang digagas oleh para pelaku wisata bakal mendongkrak sektor pariwisata daerah. Kegiatan dibuka dengan acara makan malam di Pendopo Sabha Swagata Blambangan, pada Selasa, (10/6/2025), Kemarin, diproyeksikan akan menjadi motor penggerak utama dalam meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan serta menggairahkan perekonomian lokal secara signifikan.

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi, Dwi Yanto, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya BTM 2025. Menurutnya, kegiatan ini sangat luar biasa yang dilaksanakan oleh milenial Banyuwangi yang memiliki jaringan pariwisata tak terbatas.

Selain itu, dia juga  juga menyoroti persiapan matang yang telah dilakukan, di mana seluruh pelaku wisata, mulai dari hotel, restoran, hingga penyedia jasa lainnya, telah berbagi peran secara detail. 

"Harapan kami, BTM 2025  bisa membawa tamu sebanyak-banyaknya ke Banyuwangi," ujarnya, Rabu (11/6/2025). 

Sementara itu, Ketua Panitia BTM 2025, Sukirno, menjelaskan bahwa BTM 2025 merupakan kolaborasi unik dari seluruh pelaku wisata di Banyuwangi. 

"Kalau biasanya travel mart hanya dilakukan oleh agen perjalanan, di Banyuwangi ini semua pelaku wisata terlibat: ada pelaku wisata, restoran, hotel, agen travel, sewa mobil bergabung jadi satu," katanya.  

Pria yang akrab disapa Sukir menegaskan bahwa tujuan dari BTM 2025 untuk mencapai target utama yakni mendatangkan wisatawan sebanyak-banyaknya ke Banyuwangi.Dia juga menekankan peran vital agen travel sebagai ujung tombak pemasaran. 

"Bagi kami pelaku wisata di destinasi, agen travel adalah marketing kita yang mempromosikan kita. Kita bisa kedatangan wisatawan di Banyuwangi berkat kerja sama dengan agen travel," jelasnya.

Kegiatan BTM 2025 yang digeber mulai tanggal 10 sampai 12 Juni 2025 mendatang di Grand Harvest Resort & Villas ini, akan terjadi pertemuan antara buyer dan seller. Buyer adalah para agen perjalanan, sedangkan seller adalah pihak yang menawarkan produk dan jasa, seperti hotel, restoran, rent car, destinasi wisata, dan UMKM.

Antusiasme peserta sangat tinggi, terbukti kegiatan kali ini dihadiri oleh 65 buyer dari total 80 buyer yang sudah terdaftar. Bahkan, peserta terjauh datang dari Kalimantan dan satu buyer dari Malaysia juga telah mendaftar. 

Selain menjadi wadah silaturahmi pelaku wisata, BTM 2025 juga akan menjadi ajang Business to Business (B2B) dimana berbagai paket wisata menarik akan ditawarkan. Kolaborasi apik ini diharapkan mampu menggaet lebih banyak wisatawan, sekaligus memberikan dorongan signifikan bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat Banyuwangi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Syamsul Arifin
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.