TIMES JATIM, BLITAR – Jika Anda sedang mencari destinasi wisata alam baru yang menawarkan pemandangan memukau sekaligus suasana yang menyegarkan, Puncak Sekawan di Kecamatan Gandusari, Kabupaten Blitar, Jawa Timur bisa jadi pilihan tepat.
Terletak di Desa Wisata Semen, Dusun Parang, destinasi yang berada di ketinggian 711 meter di atas permukaan laut (mdpl) ini bukan hanya menampilkan keindahan alam pegunungan.
Lebih dari itu, Puncak Sekawan menjadi bukti nyata bagaimana potensi wisata lokal bisa dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat dengan dukungan izin resmi dari pemerintah. Dengan berbagai paket wisata yang disesuaikan dengan kebutuhan pengunjung, Puncak Sekawan siap menjadi destinasi wajib dikunjungi bagi para pecinta alam dan pencari liburan baru.
Ketua Pokdarwis Desa Semen, Suyanto, mengatakan pengelolaan Puncak Sekawan berawal dari pemanfaatan kawasan hutan produksi getah pinus yang kemudian dikembangkan menjadi objek wisata sejak 2018.
“Kawasan ini dikelola masyarakat Desa Semen sendiri dan mendapatkan pendampingan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Blitar,” ujarnya.

Pengelolaan Puncak Sekawan telah mengantongi izin operasional dari Dinas Pariwisata Kabupaten Blitar dengan nomor 451.1/282/Dispar/2022 serta terdaftar sebagai objek wisata alam di Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.
Dari puncak kawasan wisata, pengunjung dapat menikmati pemandangan alam 360 derajat. Beberapa gunung yang terlihat antara lain Gunung Kelud, Gunung Kawi, Gunung Gedang, dan Gumuk Gogoniti. Saat cuaca cerah, Pegunungan Putri Tidur dan Gunung Buthak juga tampak jelas dari kejauhan.
Untuk mencapai puncak, pengunjung harus menaiki sekitar 225 anak tangga yang dilengkapi dengan gazebo sebagai tempat beristirahat. Bagi wisatawan yang tidak ingin berjalan kaki, pengelola menyediakan jasa ojek lokal menuju area dekat puncak.
Selain panorama alam, Puncak Sekawan dilengkapi sejumlah fasilitas penunjang, seperti kafe dengan harga terjangkau, area camping ground, serta fasilitas glamping bagi wisatawan yang ingin bermalam dengan kenyamanan lebih.
Pengelola juga menawarkan berbagai paket wisata, mulai dari kunjungan harian, paket camping malam, hingga glamping. Paket-paket tersebut disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan, baik yang ingin sekadar menikmati pemandangan, bermalam di alam terbuka, maupun berlibur bersama keluarga.
Suyanto menambahkan, pengembangan kawasan wisata ini terus dilakukan secara bertahap. Beberapa inovasi yang tengah disiapkan antara lain sistem pemesanan paket wisata berbasis digital, pengelolaan sampah berbasis daur ulang, serta program edukasi alam untuk anak-anak.
Ke depan, pengelola juga merencanakan penambahan jalur trekking ramah lingkungan dan pengembangan spot wisata baru, seperti kebun teh dan area bermain anak.
Di sisi lain, pengelola mengimbau wisatawan untuk turut menjaga kelestarian alam selama berkunjung. Pengunjung diminta mematuhi aturan, tidak merusak lingkungan, serta membawa kembali sampah agar kawasan wisata tetap terjaga.
“Puncak Sekawan menjadi bukti bahwa potensi wisata desa bisa dikembangkan secara mandiri melalui semangat gotong royong. Kami berharap keberadaan wisata ini dapat mendorong ekonomi lokal dan menjadi inspirasi bagi daerah lain,” kata Suyanto. (*)
| Pewarta | : Imam Kusnin Ahmad |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |