TIMES JATIM, GRESIK – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memuji adanya wisata digital yakni Gresik Universal Science di Kompleks Islamic Center Balongpanggang, Kabupaten Gresik.
Kemarin, Gubernur Khofifah bersama sang cucu serta didampingi Bupati Fandi Akhmad Yani melakukan wisata milik Pemkab Gresik dengan menaiki koda transportasi Trans Jatim.
Kunjungan ini menjadi simbol dukungan terhadap transportasi publik, sekaligus penguatan destinasi wisata edukasi berbasis literasi digital.
Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani mengatakan, Gresik Universal Science sendiri telah diresmikan oleh Bupati Gresik pada 24 Desember 2025, bertepatan dengan libur panjang pelajar.
"Sejak dibuka untuk publik, wisata tercatat telah dikunjungi ribuan masyarakat dari berbagai daerah, terutama pelajar dan keluarga," katanya pada Senin (5/1/2026).
Bupati Yani menyampaikan, wisata ini dirancang sebagai wisata edukasi dan literasi digital yang mendorong pengunjung untuk menikmati setiap ruang secara perlahan.
“Tenang saja, tidak usah buru-buru saat berkunjung di GUS. Masyarakat bisa benar-benar menikmati literasi yang ada. Setiap ruangan idealnya sekitar 10 menit, supaya suguhan tentang sejarah dan budaya Gresik bisa dinikmati dengan maksimal,” ujarnya.
Menurutnya, tingginya antusiasme pengunjung sejak soft opening menunjukkan bahwa wisata edukasi budaya dan sejarah memiliki tempat tersendiri di tengah masyarakat.
"Ini diharapkan menjadi ruang belajar alternatif yang menyenangkan, sekaligus memperkuat identitas budaya Gresik," terangnya.
Respons Gubernur
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan apresiasi kepada Pemkab Gresik atas hadirnya GUS sebagai wisata literasi digital yang menampilkan kekayaan daerah secara komprehensif.
Dia menilai GUS tidak hanya menyuguhkan budaya, tetapi juga potensi tiap kecamatan, mulai dari kuliner hingga mata pencaharian masyarakatnya.
“Potensi yang ditampilkan di sini sangat lengkap. Bukan hanya budaya, tetapi juga kehidupan sosial dan ekonomi masyarakatnya. Ini bisa menjadi referensi bagi daerah lain untuk memperkenalkan jejak sejarah dan budayanya masing-masing,” ungkapnya.
Gubernur Khofifah juga berpesan kepada masyarakat yang berkunjung agar ikut menjaga fasilitas GUS. Menurutnya, keberadaan wisata ini sangat strategis dalam memperkuat literasi masyarakat dengan pendekatan relevan dengan kebiasaan generasi saat ini.
“Yang menarik, GUS mengintegrasikan literasi dengan audio visual. Kita tahu masyarakat belakangan lebih suka mendengar daripada membaca. Dengan strategi ini, masyarakat tetap memperoleh pengetahuan sekaligus meningkatkan taraf literasi,” tambahnya.
Salah satu ruang yang mendapat perhatian khusus dari Gubernur Khofifah adalah Ruang Damarkurung, yang menampilkan instalasi karya maestro seni Damarkurung, almarhumah Masmundari. Instalasi tersebut dinilai tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga sarat nilai sejarah dan budaya lokal.
“Ruang Damarkurung ini luar biasa. Dengan instalasi yang kuat dan menarik, saya berharap bisa memantik ketertarikan generasi muda dan melahirkan talenta-talenta baru penerus Mbah Masmundari,” ujarnya. (*)
| Pewarta | : Akmalul Azmi |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |