Angkat Potensi Generasi Muda, Ashfa Qorinatil Imtiyaz Suarakan 'Speak Beyond Borders'
Ashfa Qorinatil Imtiyaz. (FOTO: Ashfa for TIMES Indonesia)

Angkat Potensi Generasi Muda, Ashfa Qorinatil Imtiyaz Suarakan 'Speak Beyond Borders'

Gadis berusia 19 tahun asal Kabupaten Sumenep ini bertekad meruntuhkan dinding ketidakpercayaan diri yang kerap membelenggu potensi tersembunyi anak muda.

TIMES Jatim,Selasa 2 Juni 2026, 21:38 WIB
564
W
Wandi Ruswannur

MALANGLangkah kaki perempuan bernama lengkap Ashfa Qorinatil Imtiyaz tampak mantap saat menyusuri koridor kampus Universitas Islam Negeri Maulana Malik Ibrahim Malang (UIN Maliki Malang).

Dalam hal ini balik senyum ramahnya, mahasiswi program studi sarjana Farmasi ini menyimpan misi besar untuk membawa perubahan bagi generasi seusianya. 

Melalui sebuah gerakan yang lahir dari kegelisahan personal, gadis berusia 19 tahun asal Kabupaten Sumenep ini bertekad meruntuhkan dinding ketidakpercayaan diri yang kerap membelenggu potensi tersembunyi anak muda.

Anak kedua dari tiga bersaudara pemilik akun media sosial Instagram @ashfaryn serta akun TikTok @ashfarynnna ini mengawali perjalanan akademisnya dari lingkungan pesantren yang disiplin. 

Sebelum menginjakkan kaki di Kota Malang, ia menempuh pendidikan di Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Pondok Pesantren Al-Amien Putri 1 Prenduan.

Pengalaman melatih kedisiplinan di pesantren tersebut menjadi fondasi kuat yang membentuk karakternya hingga saat ini, terutama dalam membagi waktu antara perkuliahan yang padat dan aktivitas organisasi yang dinamis.

Lampaui Batas Ketakutan Lewat 'Speak Beyond Borders'

Sebagai seorang anak muda yang tumbuh di era digital, Ashfa sapaan akrabnya kerap mengamati sebuah fenomena yang cukup memprihatinkan di lingkungan sekitarnya. 

"Banyak mahasiswa yang sebenarnya memiliki kecerdasan dan bakat luar biasa, namun memilih untuk tetap berada di zona nyaman," ujarnya dalam keterangan tertulis yang diterima TIMES Indonesia, Selasa (2/6/2026).

Mereka enggan tampil bukan karena tidak mampu, melainkan karena dibayangi oleh rasa takut gagal, kecemasan akan penilaian negatif dari orang lain, serta krisis kepercayaan diri yang akut.

Berangkat dari kepedulian yang mendalam terhadap realitas tersebut, Ashfa menginisiasi sebuah gerakan advokasi yang diberi nama Speak Beyond Borders. 

Melalui program ini, ia aktif menyuarakan pentingnya keberanian bagi mahasiswa untuk mengekspresikan gagasan, mengambil setiap peluang emas, dan tidak ragu menunjukkan kemampuan terbaik mereka. 

Implementasi dari advokasi ini diwujudkan secara nyata melalui berbagai platform edukasi di media sosial, kampanye pengembangan diri yang konsisten, serta ruang berbagi pengalaman interaktif yang mendorong keterlibatan aktif dalam organisasi, kompetisi, dan forum diskusi.

Peluang Digital dan Dinding Pembatas Mental

Dalam pandangan Ashfa, bahwa ruang untuk bertumbuh bagi generasi zilenial saat ini sebenarnya terbuka sangat lebar dengan adanya kemudahan akses informasi yang tak terbatas. 

Peluang emas ini menjadi modal berharga bagi gerakan Speak Beyond Borders untuk merangkul dan menjangkau lebih banyak anak muda yang haus akan pengembangan kualitas diri. 

"Minat yang tinggi dari sesama mahasiswa untuk terus meng-upgrade kemampuan menjadi angin segar bagi keberlanjutan gerakan inklusif ini di lingkungan kampus," katanya sembari tersenyum manis.

Namun, jalan yang ditempuh bukan tanpa hambatan yang merintangi. Hambatan terbesar justru datang dari dalam diri masing-masing individu, berupa tembok psikologis yang sulit diruntuhkan. 

"Masih banyak orang yang memilih bungkam dan menyembunyikan potensi besarnya hanya karena merasa diri mereka belum cukup siap atau belum sesempurna orang lain," tuturnya.

Lebih lanjut pola pikir yang menuntut kesempurnaan instan inilah yang berusaha dikikis perlahan oleh Ashfa melalui pendekatan yang persuasif dan suportif.

Rangkai Prestasi dari Lab hingga Panggung Budaya

Kemudian dengan keaktifan Ashfa dalam dunia advokasi sejalan dengan rekam jejak akademis dan non-akademisnya yang gemilang selama beberapa tahun terakhir. 

Di lingkungan kampus, ia dipercaya mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Paguyuban Duta Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang 2025 serta menjadi bagian dari Paguyuban Duta Kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang 2026. 

Kecintaannya pada dunia farmasi dan komunikasi juga membawanya aktif sebagai anggota Divisi Kominfo LSO Avicenna Pharmacist Team HMPSF Habbatussauda.

Di sela kesibukan organisasinya, Ashfa mencatatkan deretan pencapaian yang membanggakan sejak masa sekolah. Ia berhasil meraih predikat sebagai Winner Duta Kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang 2026 dan Winner Duta FKIK UIN Maulana Malik Ibrahim Malang 2025. 

Sebelumnya, ia diakui sebagai Wisudawan Terbaik MAS Al-Amien 1 Pragaan 2024 sekaligus Penulis Terbaik dalam program kelas akhir bertema kisah inspiratif di sekolah tersebut, setelah sempat menyabet Juara Harapan 3 KSM Matematika tingkat Kabupaten oleh Kemenag pada 2022.

Kemampuan bahasa dan akademisnya semakin teruji saat ia terpilih sebagai Top 5 dan Favorite Duta Bahasa Ma'had Al-Jamiah UIN Malang 2024.

Ia juga meraih medali emas dalam Olimpiade Bahasa Inggris Nasional KSSI 2023. Atas dedikasinya, ia juga ditetapkan sebagai Awardee Beasiswa Santri Baznas RI 2023. 

Kepercayaan akademis dari dosen pun diraihnya dengan menjadi Asisten Laboratorium Praktikum Farmasi Fisika pada 2025 dan Asisten Laboratorium Praktikum Botani Farmasi pada 2026.

Di samping itu, ada pula kegiatannya di luar kampus sebagai talent terpilih acara budaya sandang tradisional Jelang Julang tingkat Provinsi Jawa Timur.

Sinergi Dukungan untuk Keberlanjutan Gerakan

Keberhasilan Ashfa dalam menyeimbangkan peran sebagai akademisi, organisatoris, dan kreator konten tidak lepas dari ekosistem pendukung yang solid di sekelilingnya. 

Pihak universitas, terutama jajaran dosen di tingkat jurusan maupun fakultas, selalu memberikan arahan tak terputus dan ruang seluas-luasnya bagi mahasiswa untuk terus mengeksplorasi potensi diri. 

Dukungan moral yang kokoh juga senantiasa mengalir dari kedua orang tuanya yang menjadi pilar utama dalam memotivasi dirinya untuk berani mencoba tantangan baru tanpa rasa takut.

"Keberanian bukanlah ketika kita tidak merasa takut, melainkan ketika kita tetap memilih untuk maju meskipun rasa takut itu masih ada," ucap Ashfa dengan penuh keyakinan saat menjelaskan prinsip hidupnya.

Lebih jauh dia menegaskan bahwa keraguan tidak boleh menjadi batu sandungan yang menghentikan langkah anak muda untuk memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar. 

"Saya berharap gerakan Speak Beyond Borders kelak bisa meluas ke masyarakat umum, memicu lahirnya generasi baru yang percaya diri, dan berani melangkah menuju versi terbaik dari diri mereka sendiri," imbuhnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Wandi Ruswannur
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.