Kisah Adinda Kusuma Putri, Menyeimbangkan Karier, Pendidikan dan Mimpi di Usia Muda
Di usia 23 tahun, Adinda Kusuma Putri menjalani karier sebagai pramugari sambil kuliah dan terus mengejar mimpi pendidikan hingga jenjang S2.
SURABAYA – Di usia yang masih sangat muda, tidak banyak orang mampu menyeimbangkan antara karier, pendidikan, dan mimpi masa depan. Namun, hal itu perlahan dibuktikan oleh Adinda Kusuma Putri Hidayat, yang memilih terus berjalan maju meski hidup menuntut banyak peran dalam waktu bersamaan.
Perempuan kelahiran Kediri 23 Mei, 23 tahun lalu ini bukan hanya dikenal sebagai sosok pekerja keras, tetapi juga pribadi yang konsisten membangun masa depan sejak remaja.
Namanya sempat membawa kebanggaan bagi sekolahnya, SMA Negeri 1 Kandangan Kediri, saat terpilih menjadi anggota Paskibraka Provinsi Jawa Timur. Dari sana, Adinda mulai belajar tentang disiplin, tanggung jawab, dan arti kerja keras.
“Paskibraka mengajarkan saya untuk tidak mudah menyerah dan selalu menghargai proses,” katanya kepada TIMES Indonesia, Senin (25/5/2026).
Lulus SMA, Adinda tidak memilih untuk berlama-lama menikmati masa santai selepas sekolah. Ia justru langsung masuk ke dunia kerja dan diterima di Bank BCA Cabang Utama Galaxy Surabaya. Di usia ketika sebagian anak muda masih mencari arah hidup, Adinda sudah memulai langkah profesionalnya di dunia perbankan.
Selama dua tahun bekerja di bank, ia menghadapi ritme kerja yang cepat dan penuh tuntutan. Namun, pengalaman tersebut justru membentuk mentalnya menjadi lebih mandiri dan dewasa. Baginya, bekerja di usia muda bukan sekadar mencari penghasilan, melainkan proses belajar memahami kehidupan.

“Dunia kerja mengajarkan saya untuk bertanggung jawab atas pilihan hidup sendiri,” ungkap Adinda.
Meski telah memiliki pekerjaan yang stabil, Adinda tidak berhenti mengejar mimpi. Ia memilih keluar dari zona nyaman dan mencoba tantangan baru di dunia penerbangan. Kini, ia menjalani profesi sebagai Flight Attendant atau pramugari di maskapai Batik Air.
Bagi Adinda, menjadi pramugari bukan hanya tentang profesi yang identik dengan perjalanan dan penampilan menarik. Lebih dari itu, pekerjaan tersebut mengajarkannya tentang komunikasi, pelayanan, ketelitian, hingga kemampuan menghadapi berbagai karakter manusia dalam situasi berbeda.
Di balik jadwal penerbangan yang padat dan mobilitas tinggi, Adinda tetap memegang satu prinsip yang tidak pernah ia tinggalkan: pendidikan harus terus berjalan. Sambil bekerja, ia tetap melanjutkan kuliah di salah satu universitas negeri di Surabaya.
Tidak mudah menjalani keduanya secara bersamaan. Ada waktu-waktu ketika ia harus membagi tenaga antara tugas kuliah dan pekerjaan yang menuntut kesiapan fisik maupun mental. Namun, Adinda percaya bahwa pendidikan adalah investasi jangka panjang yang tidak boleh ditinggalkan.
“Karier itu penting, tapi pendidikan juga penting untuk membuka cara berpikir dan peluang yang lebih luas,” pesannya.
Semangat belajarnya pun belum berhenti. Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, Adinda memiliki keinginan besar untuk melanjutkan studi ke jenjang magister atau S2. Ia ingin terus berkembang, memperluas wawasan, dan membuktikan bahwa perempuan muda mampu memiliki karier sekaligus pendidikan yang tinggi.
"Usia muda harus menentukan arah atau mengapai cita-cita, utamanya pendidikan setinggi-tingginya," harapnya.
Adinda menegaskan jika generasi muda penerus bangsa harus berani bermimpi dan berani berbeda.
"Kita tidak harus menjadi sama Untuk menjadi penguasa. Karena Orang hebat tidak dibentuk dari kenyamanan, kesenangan, dan kemudahan. Melainkan dibentuk melalui air mata dan tantangan," ucapnya.
Kata tegas Adinda untuk Generasi Muda Indonesia.
Di tengah banyaknya anak muda yang masih ragu menentukan arah hidup, perjalanan Adinda menjadi gambaran bahwa kesuksesan tidak selalu datang dari langkah besar, melainkan dari keberanian untuk terus melangkah dan bertahan dalam proses.
Dari barisan Paskibraka Jawa Timur, ruang pelayanan perbankan, hingga kabin pesawat yang membawanya menjelajahi berbagai kota, Adinda Kusuma Putri Hidayat sedang menulis kisahnya sendiri, tentang mimpi, kerja keras, dan keyakinan bahwa pendidikan tetap menjadi landasan utama untuk terbang lebih tinggi di masa depan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

