Ketua DPC PKB Bondowoso periode 2026-2031 saat memberikan sambutan dalam Kick Off Kepengurusan di Graha NU (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

Kick Off PKB Bondowoso, Keluarga Ponpes Al-Utsmani Bergabung Kepengurusan

Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bondowoso menggelar Kick-Off kepengurusan baru.

TIMES Jatim,Kamis 9 Juli 2026, 21:06 WIB
184
M
Moh Bahri

BONDOWOSODewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bondowoso menggelar Kick-Off kepengurusan baru periode 2026-2031 di Graha NU, Kelurahan Kotakulon, Kecamatan Bondowoso, Kamis (9/7/2026). Jajaran pengurus mulai menyusun langkah menghadapi agenda politik mendatang.

Salah satu yang menjadi sorotan dalam kegiatan tersebut, yakni bergabungnya tokoh dari keluarga besar Pondok Pesantren Salafiyah Al-Utsmani (Pondok Beddien) Bondowoso, ke dalam struktur kepengurusan DPC PKB.

Mereka di antaranya KH Faqih Subhan, S.Pd., putra KH Sofyan sekaligus menantu pengasuh Ponpes Al-Utsmani yang dipercaya sebagai Sekretaris Dewan Syuro DPC PKB Bondowoso. Selain itu, turut bergabung Lora Zainal Abidin, Lora Moh. Chalil, serta KH Mahfud Rozi.

Ketua DPC PKB Bondowoso Ahmad Dhafir menyambut bergabungnya keluarga besar Ponpes Al-Utsmani sebagai penguatan organisasi partai.

"Alhamdulillah, keluarga Al-Utsmani bersedia bersama-sama mengurus partai," ujarnya.

Menurut Dhafir, kehadiran tokoh-tokoh tersebut memiliki nilai historis karena PKB Bondowoso pertama kali dideklarasikan di Ponpes Al-Utsmani pada 1998. Dengan komposisi kepengurusan saat ini, ia menilai representasi pesantren di tubuh PKB semakin lengkap.

Ia pun optimistis kondisi tersebut menjadi modal untuk meningkatkan perolehan kursi DPRD Bondowoso pada Pemilu mendatang. "Target minimum 23 kursi," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Dhafir menekankan, bahwa Kick-Off menjadi momentum menyamakan persepsi seluruh pengurus sebelum menjalankan roda organisasi. 

Ia mengingatkan bahwa setiap kader yang dipercaya mengemban amanah kepengurusan, harus menempatkan diri sebagai pelayan partai, bukan pemilik partai.

Ia juga menepis anggapan bahwa PKB berupaya memanfaatkan NU untuk kepentingan politik. Menurutnya, kegiatan sengaja dilaksanakan di Graha NU  sebagai bentuk penegasan terhadap sejarah berdirinya PKB yang lahir dari rahim Nahdlatul Ulama.

"Makanya kegiatannya dilaksanakan di Graha NU," jelas pria yang juga menjabat Ketua DPRD Bondowoso tersebut.

Sementara itu, Pengurus PCNU Bondowoso KH Mas'ud Ali menegaskan, secara kelembagaan Nahdlatul Ulama tetap menjaga posisi netral dan berada di tengah seluruh partai politik.

Meski demikian, ia mengakui mayoritas warga NU di Bondowoso selama ini menyalurkan aspirasi politiknya melalui PKB, sehingga komunikasi antara kedua pihak merupakan hal yang wajar.

"Sehingga kita tidak salah secara institusi jika pengurus NU berkoordinasi dengan PKB. Karena warganya memang lebih banyak di PKB," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Moh Bahri
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.