Ratusan Rumah di Wuluhan Terendam Banjir Luapan, BPBD Jember Gercep Dirikan Dapur Mandiri
Luapan air sungai di timur Balai Desa Glundengan merendam pemukiman warga di Dusun Sumberjo, Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan.
JEMBER –
Curah hujan tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Jember sejak Sabtu sore (28/02) mengakibatkan Sungai Avur Tepas Curah Kenceng meluap.
Luapan air sungai yang berada di timur Balai Desa Glundengan ini merendam pemukiman warga di Dusun Sumberjo, Desa Glundengan, Kecamatan Wuluhan, dengan ketinggian air mencapai 80 centimeter di titik terdalam.
Berdasarkan laporan mutakhir dari Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Jember, banjir luapan ini berdampak pada 470 Kepala Keluarga (1.070 jiwa) yang tersebar di wilayah RW 11, 12, dan 13.
Petaka bermula pada Sabtu (28/02) pukul 15.00 WIB saat hujan lebat mulai mengguyur tanpa henti. Debit air Sungai Avur meningkat drastis hingga mencapai level waspada pada pukul 18.30 WIB.
Menjelang tengah malam, tepatnya pukul 22.00 WIB, air mulai meluap melampaui tanggul dan masuk ke jalanan pemukiman.
Puncaknya terjadi pada Minggu dini hari (01/03) pukul 03.00 WIB. Saat sebagian besar warga beristirahat, air setinggi ±80 cm menggenangi halaman rumah.
Sementara air setinggi 10-15 cm mulai masuk ke dalam ruang tamu dan kamar warga. Tercatat, fasilitas umum TPQ Nurul Quran di RT 37 RW 12 turut terendam luapan air.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Jember, Edi Budi Susilo, mengonfirmasi bahwa tim reaksi cepat telah dikerahkan sejak laporan pertama diterima.
"Kami langsung melakukan asesmen dan koordinasi dengan berbagai stakeholder, mulai dari Muspika, Perangkat Desa, hingga relawan," ujar Edi Budi Susilo dalam keterangannya.
"Fokus utama kami adalah memastikan keselamatan warga dan pemenuhan kebutuhan pangan melalui pendirian Posko dan Dapur Mandiri di Balai Desa Glundengan," sambungnya.
Guna mendukung operasional dapur mandiri, BPBD Jember bersama Dinas Sosial telah mendistribusikan paket logistik berupa 5 paket sembako APBD dan 1 paket masak lengkap, 72 kaleng lauk pauk siap saji dan Peralatan dapur seperti kompor dan paket makan.
Hingga Minggu (1/3/2026) pukul 18.00 WIB, situasi dilaporkan mulai terkendali. Meski air masih menggenangi jalanan setinggi 10-25 cm, tren air di dalam rumah warga sudah berangsur surut.
Warga terpantau mulai melakukan kerja bakti membersihkan sisa-sisa lumpur dan sampah yang terbawa banjir.
"Beruntung tidak ada warga yang harus mengungsi. Kondisi sumur warga untuk kebutuhan air bersih juga dilaporkan masih aman dan tidak tercemar secara signifikan," tambah Edi.
Sebagai langkah antisipatif, BPBD Jember merekomendasikan adanya kerja bakti massal untuk membersihkan sedimen dan sumbatan di aliran sungai yang memicu luapan.
Pihak BPBD juga telah meneruskan laporan ini kepada Dinas PUPR dan Dinas PRKPLH untuk penanganan infrastruktur pasca-banjir guna mencegah kejadian serupa terulang kembali.
"Mengingat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, BPBD Kabupaten Jember mengimbau seluruh masyarakat untuk tetap waspada dan memantau informasi cuaca secara berkala," tutup Edi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




