Proyek pembangunan konektivitas saluran drainase di Jalan Prof. Dr. Moestopo yang mengakibatkan macet. (FOTO: Humas Pemkot Surabaya)

Pemkot Surabaya Minta Maaf atas Kemacetan Proyek Saluran Moestopo, Penanganan Genangan Jadi Prioritas

Pemkot Surabaya melakukan rekayasa lalu lintas melalui penyesuaian waktu lampu lalu lintas serta penempatan personel di lokasi pembangunan box cluvert Jalan Prof. Dr. Moestopo.

TIMES Jatim,Rabu 1 Juli 2026, 20:15 WIB
335
S
Siti Nur Faizah

SURABAYAPemerintah Kota atau Pemkot Surabaya menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kemacetan yang terjadi di Jalan Prof. Dr. Moestopo akibat proyek pembangunan konektivitas saluran drainase. 

Meski menimbulkan kepadatan lalu lintas, proyek tersebut merupakan bagian dari upaya mempercepat penanganan genangan di kawasan Karang Menjangan.

Kepala Bidang (Kabid) Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Adi Gunita, mengatakan pihaknya memahami proyek tersebut berdampak terhadap pengguna jalan. 

"Mohon maaf sebelumnya memang ada sedikit gangguan terhadap pengguna jalan, terutama di daerah Jalan Prof. Dr. Moestopo," kata Adi, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, proyek yang mulai dikerjakan pada Kamis 25 Juni 2026 tersebut, merupakan pembangunan box culvert sebagai saluran penghubung menuju Rumah Pompa Dharmahusada.

"Di situ memang ada proyek galian pembangunan box culvert. Konektivitas saluran ke arah pompa Dharmahusada, menyambung ke trotoar saluran yang di daerah Moestopo dan Karang Menjangan," ujarnya.

Adi menjelaskan pembangunan saluran tersebut menjadi salah satu solusi untuk mengatasi genangan di kawasan Karang Menjangan. "Jadi untuk menangani masalah problem genangan yang ada di Karang Menjangan. Salah satunya itu," katanya.

Ia menyebut proyek tersebut ditargetkan berlangsung sekitar empat bulan hingga awal September 2026. Meski demikian, Pemkot Surabaya akan mempercepat penyelesaian pekerjaan di ruas Jalan Prof. Dr. Moestopo untuk mengurangi dampak kemacetan.

"Jadi memang proyeknya selama empat bulan, tapi kita kejar untuk di posisi jalan arterinya yang Moestopo itu kita percepat," jelas Adi.

Menurutnya, percepatan pekerjaan sempat terkendala utilitas PDAM yang berada di lokasi proyek. "Kemarin memang ada persinggungan dengan utilitas PDAM, sehingga memang perlu waktu. Itu karena kemarin juga dampaknya ada sedikit kebocoran di pipa PDAM," ungkapnya.

Penggalian dilakukan mulai dari depan Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga Kampus A hingga simpang lampu lalu lintas Jalan Karang Menjangan. Namun, pengerjaan di ruas Jalan Prof. Dr. Moestopo menjadi prioritas percepatan.

Setelah proyek rampung, Adi menjelaskan bahwa saluran baru itu akan mengalirkan air dari kawasan Karang Menjangan menuju Rumah Pompa Dharmahusada sebelum dibuang ke Kali Jeblokan. Dengan sistem tersebut, genangan di kawasan tersebut diharapkan dapat lebih cepat surut.

"Jadi memang fungsinya ini untuk saluran konektivitas. Nanti yang dari (Jalan) Karang Menjangan, yang sekiranya kemarin ada permasalahan genangan itu nanti kita pompa, kita sedot di (rumah) pompa Dharmahusada untuk dibuang ke Kali Jeblokan," terangnya.

Untuk meminimalkan dampak terhadap lalu lintas, pekerjaan konstruksi dilakukan pada pukul 21.00 hingga 05.00 WIB, sesuai arahan kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub). Sementara pada pagi hingga sore hari, Pemkot Surabaya melakukan rekayasa lalu lintas melalui penyesuaian waktu lampu lalu lintas serta penempatan personel di lokasi.

"Jadi ngapunten (mohon maaf) pengerjaan memang kita lakukan malam hari, sesuai dengan arahan dari teman-teman kepolisian dan dari Dinas Perhubungan (Dishub)," ujarnya.

Selain itu, Adi menuturkan bahwa petugas Dishub Surabaya bersama pihak kontraktor juga disiagakan untuk membantu mengatur arus kendaraan selama proyek berlangsung. "Jadi kalau sekiranya tadi memang ada sedikit bottleneck, penyempitan, kami mohon maaf kepada para pengguna jalan," tuturnya.

Adi memastikan pekerjaan tetap berlangsung setiap hari, termasuk pada hari libur dan tanggal merah, agar proyek dapat selesai sesuai target.

"Tetap (dikerjakan), hari kalender kita tidak ada libur," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Siti Nur Faizah
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.