Eksotika Budaya Religi: 50 Dadak Merak Siap Guncang Monumen Bantarangin Ponorogo
Kasepuhan Glagahwangi Ponorogo dijadwalkan menggelar pentas kolosal Reog Ponorogo bertajuk "Eksotika Budaya Religi" pada Rabu (4/3/2026) malam, bertempat di ikon sejarah, Monumen Bantarangin.
PONOROGO – Bumi Reog Kabupaten Ponorogo bersiap menyambut hajatan budaya akbar yang memadukan unsur spiritualitas dan seni pertunjukan.
Kasepuhan Glagahwangi Ponorogo dijadwalkan menggelar pentas kolosal Reog Ponorogo bertajuk "Eksotika Budaya Religi" pada Rabu (4/3/2026) malam, bertempat di ikon sejarah, Monumen Bantarangin.
Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 50 Dadak Merak dipastikan akan tampil serempak, menciptakan simfoni visual yang megah di bawah langit malam Somoroto.
Harmoni Seni dan Spiritualitas
Ketua Panitia Penyelenggara, Hamin Fahrurozi Hadi, mengungkapkan bahwa pemilihan tema 'Eksotika Budaya Religi' bukanlah tanpa alasan.
Menurutnya, pergelaran ini bertujuan untuk mengikis dikotomi antara kesenian tradisional dan nilai-nilai religius.
"Kami ingin menunjukkan bahwa Reog bukan sekadar tontonan fisik, melainkan manifestasi rasa syukur dan sujud syukur kepada Sang
Pencipta. Pergelaran di Bantarangin ini adalah simbol kembalinya marwah seni ke akarnya yang luhur," ujar Hamin saat ditemui di sela persiapan teknis.
Ia menambahkan bahwa koordinasi dengan puluhan grup Reog telah mencapai tahap akhir guna memastikan manuver 50 Dadak Merak dapat berjalan harmonis di area monumen yang sarat nilai historis tersebut.
Pesan dari Sang Maestro
Senada dengan panitia, sesepuh Reog Ponorogo, Mbah Suyono, memberikan catatan mendalam terkait esensi pementasan kali ini. Baginya, kehadiran 50 Dadak Merak merupakan representasi kekuatan komunal masyarakat Ponorogo.
Menurutnya, angka 50 ini bukan sekadar mengejar rekor atau jumlah, tapi tentang kebersamaan.
"Menyatukan 50 kepala dalam satu irama 'Eksotika Budaya Religi' itu butuh olah rasa. Ini adalah pembuktian bahwa Reog bisa menjadi media dakwah kebudayaan yang santun dan menggetarkan jiwa," tutur Mbah Suyono.
Daya Tarik Wisata dan Ekonomi
Acara yang diprediksi akan menyedot ribuan wisatawan ini diharapkan mampu menggerakkan roda ekonomi kreatif di wilayah Ponorogo Barat.
Selain pementasan inti, deretan UMKM lokal juga akan memadati area sekitar Monumen Bantarangin untuk menyemarakkan suasana. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




