DPRD Jatim Desak Penambahan Titik Ramp Check dan Tes Urine Sopir
TIMES Jatim/Komisi D DPRD Jatim berkomitmen mengawal peta mitigasi Dishub yang mencakup kesiapan posko pelayanan, rest area, hingga pengamanan titik wisata dan kawasan rawan macet. (Foto: Dok. DPRD Jatim)

DPRD Jatim Desak Penambahan Titik Ramp Check dan Tes Urine Sopir

Komisi D DPRD Jatim mendesak Dishub Jatim memperketat mitigasi mudik Lebaran 2026, mulai dari penambahan titik ramp check, tes urine sopir, hingga perbaikan infrastruktur jalan.

TIMES Jatim,Senin 2 Maret 2026, 20:00 WIB
164
Z
Zisti Shinta Maharani

SurabayaKomisi D DPRD Jawa Timur meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim melakukan langkah mitigasi ekstra dan koordinasi lintas sektoral guna menyambut arus mudik Lebaran 2026. Penekanan tersebut disampaikan dalam kunjungan kerja monitoring di Terminal Tipe B Mojokerto, Senin (2/3/2026).

Wakil Ketua Komisi D DPRD Jatim, Khusnul Arif, menyatakan bahwa pengelolaan mobilitas tahunan tersebut tidak dapat dilakukan secara parsial. Ia mendesak adanya sinkronisasi antara pemerintah provinsi, kabupaten/kota, hingga pusat agar tidak ada celah pengawasan di lapangan.

"Kami minta Dishub melakukan koordinasi teknis dengan semua stakeholder. Jangan hanya vertikal provinsi, tetapi juga melibatkan kabupaten/kota dan pusat. Ini krusial agar perjalanan mudik benar-benar optimal," tegas Khusnul usai rapat koordinasi di UPT P3 LLAJ Mojokerto.

Salah satu poin utama yang disoroti dewan adalah keamanan armada. Khusnul meminta penambahan titik ramp check (pemeriksaan kelaikan kendaraan) di berbagai wilayah. Strateginya, pemeriksaan dilakukan secara kolaboratif sehingga cakupan armada yang terperiksa jauh lebih luas.

"Kami sampaikan penambahan titik ramp check. Jangan jalan sendiri-sendiri. Jika semua pihak, baik provinsi maupun kabupaten/kota bergerak di titik yang telah dibagi, maka pengawasan akan lebih masif," jelasnya.

Selain teknis kendaraan, faktor manusia juga menjadi atensi serius. Komisi D mendorong adanya tes kesehatan hingga tes urine bagi para pengemudi di titik-titik strategis. Langkah ini bertujuan menekan risiko kecelakaan akibat kelalaian atau kondisi fisik sopir.

Meski fokus pada terminal, Komisi D juga membawa catatan masyarakat terkait infrastruktur jalan, khususnya ruas Jombang–Mojokerto. Khusnul mengkritisi kualitas perbaikan jalan yang dinilai kurang presisi.

"Laporan masyarakat dan Dishub mengonfirmasi, banyak tambalan jalan yang posisinya lebih tinggi dari badan jalan. Ini membahayakan, terutama bagi pengendara motor yang melaju kencang karena bisa membuat kendaraan tidak stabil," ungkap politisi tersebut.

Ke depan, Komisi D berkomitmen mengawal peta mitigasi Dishub yang mencakup kesiapan posko pelayanan, rest area, hingga pengamanan titik wisata dan kawasan rawan macet. Pendekatan preventif dianggap sebagai kunci utama agar arus mudik dan balik 2026 berjalan tanpa insiden berarti. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Zisti Shinta Maharani
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.