Peringatan Bulan Bung Karno di Lamongan: PDIP Gelar Lomba Video AI hingga Konservasi Mangrove
Wakil Bupati Lamongan sekaligus Bendahara DPC PDI Perjuangan Lamongan, Dirham Akbar Aksara saat memberikan sambutan dalam kaderisasi GMNI di Gedung Korpri. (Foto: Moch. Nuril Huda/TIMES Indonesia)

Peringatan Bulan Bung Karno di Lamongan: PDIP Gelar Lomba Video AI hingga Konservasi Mangrove

DPC PDI Perjuangan Lamongan menggelar rangkaian Bulan Bung Karno 2026 secara adaptif lewat kompetisi video AI, mural, aksi konservasi mangrove, hingga bedah buku.

TIMES Jatim,Jumat 19 Juni 2026, 18:12 WIB
139
M
Moch Nuril Huda

LamonganPeringatan Bulan Bung Karno 2026 di Kabupaten Lamongan dikemas secara adaptif dan futuristik. DPC PDI Perjuangan Lamongan menggelar serangkaian kegiatan yang memadukan kecanggihan teknologi, seni visual, kepedulian lingkungan, hingga agenda bedah pemikiran ideologis.

Wakil Bupati Lamongan sekaligus Bendahara DPC PDI Perjuangan Lamongan, Dirham Akbar Aksara menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai jembatan untuk mentransfer nilai-nilai nasionalisme Proklamator RI kepada Generasi Z dan Milenial.

Menurut pria yang akrab disapa Mas Wabup Dirham ini, setiap generasi memiliki media komunikasi yang berbeda. Jika pada masa perjuangan Bung Karno gagasan disampaikan lewat pidato dan tulisan konvensional, maka saat ini anak muda hidup di ekosistem digital yang kental dengan aspek visual.

Sentuh Gen Z Lewat Kompetisi Video AI dan Mural

Sebagai representasi pemimpin muda, Dirham melihat urgensi pemanfaatan teknologi seperti Lomba Video AI (Artificial Intelligence) dan Lomba Mural yang digelar dalam rangkaian Bulan Bung Karno tahun ini. Menurutnya, langkah ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan upaya menerjemahkan api semangat Bung Karno ke dalam bahasa yang relevan bagi anak muda.

"Yang terpenting bukan teknologinya, melainkan pesan yang terkandung di dalamnya. Kami ingin generasi muda memahami bahwa nasionalisme bukan hanya mengenang sejarah, tetapi juga menghadirkan gagasan Bung Karno dalam menjawab tantangan masa kini," ujar Dirham, Jumat (19/6/2026).

Melalui kreativitas digital dan seni visual tersebut, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan ruang ekspresi positif yang mendekatkan anak muda pada nilai gotong royong, kemandirian bangsa, serta penguatan rasa cinta tanah air.

Aksi Nyata Ekologi: Konservasi Mangrove Berkelanjutan

Tidak hanya fokus pada ruang digital dan kreativitas, DPC PDI Perjuangan Lamongan juga menyentuh isu krusial di wilayah pesisir melalui aksi Konservasi Mangrove. Dirham menekankan bahwa agenda ini didasari oleh kebutuhan riil masyarakat pesisir Lamongan. Mangrove memiliki fungsi strategis sebagai benteng alami pelindung pantai dari ancaman abrasi.

"Selain itu, juga sebagai penyangga utama ekosistem wilayah pesisir dan penopang keberlanjutan sektor perikanan yang menjadi salah satu pilar ekonomi daerah," katanya.

Untuk memastikan kegiatan ini berdampak jangka panjang dan bukan sekadar seremonial, pihak partai melibatkan langsung masyarakat pesisir, kelompok nelayan, komunitas pemuda, serta berbagai elemen lokal dalam proses perawatan dan pengawasan berkala.

"Semangat gotong royong yang diajarkan Bung Karno tidak hanya diwujudkan dalam pembangunan sosial dan ekonomi, tetapi juga dalam menjaga alam sebagai warisan bagi generasi mendatang," tuturnya.

Membumikan Pemikiran Bung Karno untuk 'Lamongan Megilan'

Melengkapi rangkaian kegiatan, agenda Diskusi Bedah Buku Pemikiran Bung Karno turut digelar. Langkah ini dipandang strategis untuk menyelaraskan ideologi besar bangsa ke dalam kebijakan pembangunan daerah yang konkret.

Dirham memaparkan, konsep Berdikari (Berdiri di Atas Kaki Sendiri) gagasan Bung Karno sangat kontekstual jika diimplementasikan melalui penguatan ekonomi kerakyatan, sektor unggulan, dan penciptaan lapangan pekerjaan.

Penguatan ekonomi kerakyatan diimplementasikan melalui pemberdayaan UMKM lokal secara masif. Kemudian, sektor unggulan didorong melalui penguatan sektor pertanian dan perikanan yang menjadi karakteristik utama Lamongan. Sementara untuk lapangan kerja, diwujudkan melalui penciptaan ruang kerja kreatif yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.

Ia menambahkan, sinergi pentahelix yang melibatkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, akademisi, dan komunitas merupakan wujud nyata dari spirit gotong royong masa kini untuk menyelesaikan berbagai tantangan pembangunan.

"Bung Karno selalu menekankan pentingnya persatuan dan keberpihakan kepada rakyat. Melalui diskusi bedah buku ini, kami berharap lahir pemahaman mendalam bahwa pemikiran beliau adalah sumber inspirasi yang tetap hidup dan relevan untuk mewujudkan Kejayaan Lamongan yang Megilan," pungkasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Moch Nuril Huda
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.