PLN UIT JBM Serahkan Mesin Komposter Listrik ke Bank Sampah Gemes Sekardadu Gresik
PLN UIT JBM menyerahkan bantuan mesin komposter listrik kepada Bank Sampah Gemes Sekardadu Gresik. Alat ini mampu memangkas waktu pengolahan sampah organik hingga satu pekan.
GRESIK – Produksi kompos di Kabupaten Gresik ditargetkan meningkat melalui pemanfaatan mesin komposter listrik. Alat bantuan dari PT PLN (Persero) tersebut diharapkan mampu mempercepat pengolahan sampah organik secara signifikan.
Bantuan tersebut diserahkan oleh PLN melalui Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBM) kepada Bank Sampah Gemes Sekardadu, Gresik, Jumat (17/7/2026). Kehadiran mesin komposter listrik ini diproyeksikan mampu memangkas waktu pengolahan sampah organik hingga 70 persen dibandingkan metode konvensional.
Senior Manager Keuangan, Komunikasi, dan Umum PLN UIT JBM, Andri Oktavian, berharap bantuan ini dapat menciptakan dampak sosial berupa pengurangan volume sampah secara signifikan di masyarakat.
"Intinya bagaimana sampah-sampah ini tidak hanya menjadi sampah. Ternyata sampah ini bisa diberdayakan sehingga memberi manfaat ke perekonomian masyarakat," kata Andri.
Andri menyampaikan, elektrifikasi alat pengolahan sampah ini diharapkan dapat mempercepat operasional di Bank Sampah Gemes Sekardadu. Selain mempercepat waktu, penggunaan mesin komposter listrik juga dipastikan lebih menghemat biaya produksi dibandingkan dengan mesin berbahan bakar minyak (BBM).
Pihaknya berharap, melalui intervensi teknologi ini, pengelolaan sampah di kawasan tersebut menjadi lebih baik. "Semoga kegiatan Bank Sampah Gemes ini lebih meningkat lagi," jelasnya.
Pangkas Waktu Pengolahan Sampah
Sementara itu, Ketua Bank Sampah Gemes Sekardadu, Siti Fitriah, menyampaikan bahwa mesin komposter listrik sangat membantu efektivitas pengelolaan sampah, khususnya jenis organik. Ia mengungkapkan, volume sampah yang masuk ke tempatnya sebagian besar didominasi jenis organik yang mencapai 70 persen.
“Jika metode konvensional membutuhkan waktu hingga tiga bulan untuk mengubah sampah organik menjadi kompos, kehadiran mesin komposter listrik ini mampu memangkas proses tersebut menjadi hanya satu pekan,” terang Fitriah.
Saat ini, Bank Sampah Gemes Sekardadu telah memiliki ribuan nasabah dengan menyasar sektor rumah tangga serta sejumlah lembaga pendidikan.
“Kita memiliki nasabah hampir 2.000 rumah ditambah sejumlah lembaga sekolah. Kita bisa mengurangi sampah organik lebih dari 1 ton per bulan," pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

