Sejak tahun 2021- saat ini, program UC Peduli lindungi dan bangun masa depan telah memberikan manfaat kepada 18 mahasiswa dengan total nilai pertanggungan mencapai Rp1.901.400.000. (FOTO: Siti Nur Faizah/TIMES Indonesia)

Ini Cara Universitas Ciputra Pastikan Mimpi Mahasiswa Tak Terhenti karena Musibah

Peringati Hari Anak Nasional ke-42, Universitas Ciputra Surabaya gandeng Ciputra Life siapkan jaring pengaman Rp5 miliar demi cegah mahasiswa putus kuliah.

TIMES Jatim,Jumat 17 Juli 2026, 18:32 WIB
211
S
Siti Nur Faizah

SURABAYAMomentum Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 bertajuk "Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan", selaras dengan komitmen Universitas Ciputra (UC) Surabaya dalam dunia pendidikan. Kampus ini memastikan tidak ada mahasiswanya yang terpaksa putus kuliah akibat kehilangan orang tua atau penanggung biaya utama.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kolaborasi strategis bersama PT Asuransi Ciputra Indonesia (Ciputra Life) yang telah berjalan sejak Tahun Ajaran 2021/2022. Skema proteksi jaring pengaman ini otomatis berlaku bagi seluruh mahasiswa aktif tanpa dikenakan biaya tambahan sama sekali.

Wakil Rektor I UC Surabaya, Prof. Astrid, mengatakan bahwa perkembangan universitas tidak hanya tentang meningkatkan mutu kualitas pembelajaran, melainkan juga berfokus agar mahasiswa bisa menempuh studi dengan baik.

"Kami memperhatikan hal-hal yang membuat studi ini bisa terhambat. Salah satunya adalah jika ada bencana atau musibah, seperti kehilangan orang tua. Kami menaruh perhatian dengan sangat fokus mengenai hal ini. Dan ini adalah wujud dari UC Peduli kami berkolaborasi dengan Ciputra Life," ujarnya, Jumat (17/7/2026).

Hal ini, menurut Prof. Astrid, menjadi langkah penting untuk melindungi mahasiswa agar di tengah duka, mereka masih memiliki harapan untuk melanjutkan impiannya.

"Ini juga tentang bagaimana kita memelihara kepercayaan dan juga memampukan anak-anak itu berhasil menjadi lulusan-lulusan yang berkualitas. Itu fokus kami," imbuhnya.

Evaluasi Kasus Mahasiswa Putus Kuliah

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Operasional, Teknologi, dan Sumber Daya UC Surabaya, Michael Herry Tera, memaparkan latar belakang lahirnya program tersebut. Menurutnya, evaluasi kondisi pada tahun 2020–2021 menunjukkan adanya lebih dari 10 mahasiswa yang terganggu perkuliahannya akibat penopang utama pembiayaan kuliah mereka meninggal dunia.

"Waktu itu kami berpikir bagaimana solusi terbaiknya. Kita tidak bisa melihat itu dengan berpangku tangan, jadi kami berusaha mencari solusi. Kami berharap mahasiswa yang masuk dengan bahagia, bisa selesai, dan lulus dengan bahagia," ceritanya.

Berkaca dari kasus tersebut, Universitas Ciputra telah mempersiapkan total anggaran jaring pengaman hingga Rp5 miliar.

"Dari tahun 2021 sampai saat ini, program perlindungan ini terbukti efektif dan telah membantu 18 mahasiswa yang mengalami kedukaan agar tetap bisa melanjutkan kuliah, dengan total nilai pertanggungan mencapai Rp1.901.400.000," urai Tera.

Pendidikan, lanjutnya, merupakan investasi jangka panjang yang tidak seharusnya terhenti akibat musibah yang tidak dapat diprediksi.

"Kami ingin memberikan rasa tenang kepada mahasiswa dan orang tua. Kehilangan sosok pencari nafkah tentu menjadi pukulan berat bagi keluarga. Namun kami percaya, musibah tidak boleh memutus kesempatan mahasiswa untuk menyelesaikan pendidikan hingga lulus. Melalui program ini, Universitas Ciputra berupaya memastikan keberlanjutan studi mereka tetap terjaga," terangnya.

Proteksi Khusus Biaya Pendidikan

Di sisi lain, President Director Ciputra Life, Hengky Djojosantoso, mengungkapkan bahwa kerja sama ini berbeda dengan proteksi di kampus lain. Jika rata-rata kampus lain memberikan perlindungan asuransi kecelakaan bagi anak, kolaborasi UC dan Ciputra Life ini menyasar langsung pada risiko keberlanjutan biaya pendidikan hingga mahasiswa lulus.

"Dana pertanggungan tidak diserahkan langsung kepada keluarga atau ahli waris, melainkan langsung dibayarkan ke UC. Karena kita mau memastikan bahwa ini benar-benar untuk dana pendidikan. Kalau kita serahkan ke keluarganya, mungkin bisa dimanfaatkan untuk hal yang lain, akhirnya pendidikannya juga akan terganggu," pungkas Hengky. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Siti Nur Faizah
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.