Gerakan Pangan Murah Sasar Desa Rawan Pangan, Pemkab Mojokerto Jual Bahan Pokok di Bawah Harga Pasar
Gerakan Pangan Murah tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas harga, tetapi juga meningkatkan daya beli masyarakat untuk memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau.
MOJOKERTO – Pemkab Mojokerto melalui Dinas Pangan dan Perikanan (Dispari) kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) dengan menyasar desa-desa rawan pangan. Kali ini, program tersebut digelar di Desa Gunungan, Kecamatan Dawarblandong, Rabu (29/7/2026).
Program ini bertujuan menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan pokok bagi masyarakat, khususnya di wilayah yang masuk kategori rawan pangan.
Kepala Bidang Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Dispari Kabupaten Mojokerto, Nur Aisah, mengatakan Desa Gunungan dipilih karena termasuk salah satu desa rawan pangan di Kecamatan Dawarblandong.
"Kami ingin menstabilkan harga pangan dan pasokan. Sebenarnya ada empat desa di Kecamatan Dawarblandong yang masuk kategori rawan pangan, namun kali ini kegiatan dipusatkan di Desa Gunungan," ujarnya.
Menurut Nur Aisah, status desa rawan pangan ditentukan berdasarkan sejumlah indikator, antara lain rendahnya kondisi sosial ekonomi masyarakat, terbatasnya tenaga kesehatan, minimnya luas lahan pertanian dibanding jumlah penduduk, serta keterbatasan sarana pendukung penyediaan air.
Ia menjelaskan, Gerakan Pangan Murah tidak hanya bertujuan menjaga stabilitas harga, tetapi juga meningkatkan daya beli masyarakat.
"Kami berharap masyarakat bisa memperoleh kebutuhan pokok dengan harga lebih terjangkau sehingga daya beli meningkat dan harga pangan tetap stabil," katanya.
Nur Aisah memastikan seluruh komoditas yang dijual dalam GPM dipasarkan dengan harga lebih rendah dibandingkan harga pasar.
Sudah Menjangkau 18 Kecamatan
Sebelumnya, Gerakan Pangan Murah telah dilaksanakan di desa-desa rawan pangan yang tersebar di 18 kecamatan di Kabupaten Mojokerto.
Pada pelaksanaan kali ini, masyarakat dapat membeli berbagai kebutuhan pokok dengan harga lebih murah, di antaranya, beras SPHP Rp57.500 per 5 kilogram, beras premium Rp72.000 per 5 kilogram dan minyak goreng Rp19.000 per kilogram. Bahan pokok lainnya gula pasir Rp15.500 per kilogram, tepung beras Rp8.000 per 500 gram, tepung ketan Rp13.500 per 500 gram, bawang merah Rp24.000 per kilogram, dan bawang putih Rp28.000 per kilogram.
Selanjutnya, cabai rawit Rp38.000 per kilogram, telur ayam Rp23.500 per kilogram, daging ayam Rp29.000 per kilogram dan daging bebek Rp58.000 per kilogram.
Pelaksanaan GPM melibatkan berbagai mitra, di antaranya Perum Bulog, Rose Brand, Prima, Sinergi Gula Nusantara, Gempol Kerep, PIM, Indosinar Surya, serta sejumlah perusahaan dan pelaku usaha lainnya.
Program ini diharapkan dapat membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pangan dengan harga terjangkau sekaligus menjaga stabilitas pasokan di tengah fluktuasi harga bahan pokok. (*/ADV)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

