Bupati Malang: Kualitas Pendidikan Naik Pesat, Nilai Ombudsman dari 32 Kini Tembus 81
Kualitas pendidikan di Kabupaten Malang menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.
MALANG – Bupati Malang, HM Sanusi, mengungkapkan kualitas pendidikan di Kabupaten Malang menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Hal itu terlihat dari kenaikan nilai pelayanan publik sektor pendidikan yang kini masuk kategori terbaik berdasarkan penilaian Ombudsman RI.
Sanusi menyebut, saat awal dirinya menjabat sebagai bupati, kualitas pelayanan pendidikan dan kesehatan masih tergolong rendah.
“Kualitas pendidikan, saya awal jadi bupati, raportnya merah. Dari Ombudsman, yaitu angkanya 32, dan kesehatan 34," ujarnya.
"Tapi alhamdulillah kemarin kita terima dari Ombudsman tentang pelayanan publik Kabupaten Malang untuk dinas pendidikan sudah di angka 81, jadi sudah terbaik,” lanjut Sanusi.
Selain dari sisi pelayanan, peningkatan juga terlihat dari capaian akademik siswa. Sanusi menjelaskan, sebelumnya nilai rata-rata kelulusan siswa SD dan SMP masih berada di angka 7, kemudian meningkat menjadi 8, dan kini terus membaik.
Ia bahkan menyebut, pada tahun 2024 terdapat sekitar 5.000 lulusan SMP di Kabupaten Malang yang berhasil meraih nilai rata-rata 9, khususnya pada mata pelajaran utama seperti IPA, Matematika, Bahasa Inggris, dan Bahasa Indonesia.
“Hari ini lulusannya sudah di rata-rata 8, tetapi tahun 2024 kemarin yang lulus dengan nilai rata-rata untuk pelajaran IPA, Matematika, Bahasa Inggris dan Bahasa Indonesia, untuk SMP sudah ada 5.000 anak itu, sudah nilai rata-rata 9,” jelasnya.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator meningkatnya kualitas pendidikan di Kabupaten Malang secara keseluruhan.
Sanusi menambahkan, peningkatan kualitas pendidikan juga membuka peluang lebih besar bagi siswa Kabupaten Malang untuk diterima di sekolah unggulan nasional, seperti SMA Taruna Nusantara, yang memiliki standar akademik tinggi dengan syarat nilai minimal 9.
Ia menyebut, pada awal penerimaan tahun 2024 hanya tiga siswa asal Kabupaten Malang yang diterima di sekolah tersebut. Namun jumlah itu kini meningkat signifikan.
“Awal pendirian penerimaan murid tahun 2024 kemarin di SMA Taruna baru diterima 3 anak. Nah sekarang sudah diterima 15 anak itu yang masuk ke sana,” katanya.
Sanusi optimistis kualitas pendidikan di Kabupaten Malang akan terus meningkat, terutama dengan hadirnya lembaga pendidikan unggulan di daerah tersebut.
Ia juga menyoroti keberadaan SMA Taruna Nusantara di Malang yang menjadi salah satu dari tiga lokasi di Indonesia, selain Magelang dan Cimahi.
“Semoga ke depan pendidikan lebih bagus di Kabupaten Malang. Seiring ada pendidikan berkualitas, pendidikan unggul, SMA Taruna sudah terdiri di Kabupaten Malang. Untuk Indonesia baru 3 yang diresmikan, Magelang, Malang dan Cimahi,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




