TIMES JATIM, PACITAN – Limbah plastik yang selama ini dianggap tak bernilai disulap menjadi gaun karnaval megah oleh siswa SMPN 3 Ngadirojo, Kabupaten Pacitan.
Aksi kreatif itu tersaji dalam ajang MASCOFASH (Mascot Fashion Show) 2026 yang digelar di lingkungan sekolah, Jumat (9/1/2026).
Dalam kegiatan kokurikuler tersebut, para siswa menampilkan busana berbahan plastik bekas dengan konsep karnaval. Mereka tampil percaya diri di atas catwalk, membawa pesan kuat tentang kreativitas sekaligus kepedulian lingkungan.
Kepala SMPN 3 Ngadirojo, Teguh Basuki, mengatakan MASCOFASH bukan sekadar peragaan busana, melainkan bagian dari pembelajaran bermakna yang menanamkan kesadaran lingkungan sejak dini.
“Anak-anak belajar bahwa sampah bukan akhir dari sebuah barang. Dengan kreativitas, limbah bisa diolah menjadi karya yang indah dan bernilai,” kata Teguh usai membuka acara.
Menurutnya, kegiatan ini juga melatih berbagai keterampilan penting di luar kelas. Mulai dari kerja sama, pemecahan masalah, hingga keberanian tampil di depan umum.

“Pembelajaran tidak harus selalu di dalam kelas. Di sini siswa belajar menyampaikan pesan melalui karya nyata. Ini juga menjadi bekal life skill dan pengenalan kewirausahaan berbasis barang bekas,” ujarnya.
MASCOFASH dirancang sebagai program kokurikuler yang mendukung pembentukan karakter siswa. Sekolah ingin peserta didik tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga peka terhadap isu lingkungan, perubahan iklim, dan pengelolaan sampah.
Melalui kegiatan ini, SMPN 3 Ngadirojo menegaskan komitmennya mencetak generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Pihak sekolah berharap MASCOFASH bisa menginspirasi masyarakat luas bahwa persoalan sampah dapat diubah menjadi peluang, selama ada kemauan dan kreativitas. (*)
| Pewarta | : Yusuf Arifai |
| Editor | : Ronny Wicaksono |