Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat melantik Dewan Pendidikan periode ini. (FOTO: Miranda/TI)

Fokus Peningkatan Kualitas, Wali Kota Malang Melantik Dewan Pendidikan

Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat melantik kepengurusan Dewan Pendidikan yang baru

TIMES Jatim,Kamis 23 Juli 2026, 17:47 WIB
262
M
Miranda Lailatul Fitria

MALANGWali Kota Malang, Wahyu Hidayat melantik kepengurusan Dewan Pendidikan yang baru pada Kamis (23/7/2026) di BBPPMPV BOE Malang. 

Ia mengatakan bahwa lembaga tersebut dapat memperkuat kolaborasi dalam meningkatkan kualitas pendidikan sekaligus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk pencegahan kekerasan dan perundungan di lingkungan sekolah.

“Dewan Pendidikan ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi dan kemitraan dalam mengawasi pendidikan di Kota Malang,” ujarnya. 

Ia menjelaskan bahwa Dewan Pendidikan periode ini akan menargetkan peningkatan prestasi siswa siswi Kota Malang meskipun saat ini kondisinya sudah tergolong baik. Ia juga menyinggung bahwa Kota Malang memiliki Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tertinggi di Jawa Timur. 

“Prestasi tetap perlu ditingkatkan meskipun sekarang sudah tergolong baik ya, kemarin juga TKA SD dan SMP di Kota Malang menjadi tertinggi di Jatim,” tambahnya. 

Selain itu, menurutnya, predikat Kota Malang sebagai kota pendidikan harus dijaga kualitas dan prestasinya. Banyak masyarakat luar daerah yang menjadikan Malang sebagai tempat menimba ilmu, baik mulai jenjang PAUD, TK, SD, SMP, SMA, hingga Perguruan Tinggi. 

“Banyak masyarakat merujuk Malang untuk menimba ilmu, mulai jenjang PAUD hingga perguruan tinggi, baik reguler atau keagamaan,” imbuhnya. 

Ia menambahkan kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh beberapa faktor lainnya seperti demografi penduduk Indonesia, kondisi cuaca di Malang, hingga fasilitas pembelajaran yang lengkap yang dapat melahirkan pendidikan berkualitas. 

Tak hanya berfokus pada mutu pendidikan, Wahyu juga menegaskan perlindungan anak dari perundungan dan kekerasan menjadi salah satu agenda prioritas yang harus mendapat perhatian Dewan Pendidikan. 

“Nanti saling berjalan juga bisa menekankan terkait perlindungan anak, bullying, dan hal-hal lain yang mempengaruhi pendidikan,” katanya. 

Ia mengaku bahwa selama ini Pemkot Malang telah mengambil sejumlah langkah preventif, salah satunya melalui penerbitan Surat Edaran mengenai pembatasan penggunaan gawai (gadget) di lingkungan pendidikan. Menurutnya, gadget menjadi salah satu pemicu terjadinya permasalahan di lingkungan pendidikan. 

Ia juga menekankan bahwa hal tersebut tidak cukup hanya diterapkan di lingkungan sekolah saja, tetapi juga luar sekolah. Lanjutnya, berdasarkan data kekerasan kerap terjadi di lingkungan terdekat anak. 

“Pengawasan tidak hanya dilakukan di lingkungan sekolah, tetapi juga luar sekolah, karena beberapa data itu lingkungan sekitar menjadi pemicu utama,” imbuhnya. 

Terakhir, Wahyu menyoroti terkait Gerakan Ayah Mengantar Anak Sekolah (GAMAS) yang dinilai dapat memberikan harapan supaya anak-anak mendapatkan pengawasan dan perlindungan. (*) 

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Miranda Lailatul Fitria
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.