MilkTrack, Solusi Cerdas Pengelolaan Susu Karya Mahasiswa Polbangtan Malang
Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Malang (Polbangtan Malang) berhasil mengembangkan sistem informasi milktrack berbasis website untuk penyetoran susu.
MALANG – Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang berkomitmen mencetak sumber daya manusia (SDM) pertanian yang profesional, inovatif, dan berdaya saing melalui karya inovasi mahasiswa. Salah satunya karya Ahmad Taufikurrahman, mahasiswa Program Studi Penyuluhan Peternakan dan Kesejahteraan Hewan, yang mengembangkan sistem informasi milktrack berbasis website untuk penyetoran susu.
Inovasi MilkTrack dirancang sebagai sistem informasi digital yang bertujuan untuk membantu proses pencatatan penyetoran susu menjadi lebih efisien, akurat, dan terorganisir. Sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengelolaan data serta mendukung daya saing KUD Karangploso dalam menghadapi transformasi digital di sektor peternakan.
Ahmad Taufikurrahman menyampaikan bahwa pengembangan sistem MilkTrack bertujuan untuk mempermudah pengelolaan data penyetoran susu, mengurangi risiko kesalahan pencatatan, serta meningkatkan efektivitas rantai pasok susu.
“Harapannya, sistem yang dikembangkan dapat diterapkan secara berkelanjutan, memberikan manfaat bagi koperasi dan peternak, serta menjadi dasar pengembangan sistem yang lebih kompleks di masa mendatang,” ujar Ahmad usai tugas akhirnya berjudul “Sistem Informasi MilkTrack Berbasis Website untuk Penyetoran Susu di KUD Karangploso” disidangkan pada Senin (8/6/2026) lalu di ruang ujian Kampus 1 Polbangtan Malang.
Dalam pelaksanaan hingga penyelesaian tugas akhirnya, Ahmad Taufikurrahman dibimbingan Dr. Sabir. Hasilnya turut diuji oleh dua dosen lainnya, Dr. Andi Warnaen dan Dr. Kartika Budi Utami.
Melalui inovasi seperti MilkTrack, Polbangtan Malang terus memperkuat perannya sebagai perguruan tinggi vokasi yang tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten, tetapi juga mampu menghadirkan solusi berbasis teknologi untuk menjawab kebutuhan dan tantangan sektor pertanian dan peternakan. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

