Bupati Mojokerto, Muhammad Al Barra pada saat memberangkatkan 30 peserta didik baru Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2026/2027 ke Kediri. (Foto: Dok. TIMES Indonesia)

Bupati Mojokerto Berangkatkan 30 Siswa Sekolah Rakyat ke Kota Kediri

Bupati Mojokerto Gus Barra memberangkatkan 30 siswa SMP Sekolah Rakyat untuk menempuh pendidikan berasrama di Kota Kediri sambil menunggu pembangunan gedung permanen.

TIMES Jatim,Selasa 14 Juli 2026, 19:38 WIB
156
T
Thaoqid Nur Hidayat

MOJOKERTOBupati Mojokerto, Muhammad Al-Barra resmi memberangkatkan 30 peserta didik baru jenjang kelas VII SMP Sekolah Rakyat untuk tahun ajaran 2026/2027. Pemberangkatan rombongan siswa beserta keluarga pendamping ini berlangsung khidmat di Pendopo Graha Maja Tama, Pemkab Mojokerto.

Bupati yang akrab disapa Gus Barra tersebut berharap agar para penerus generasi bangsa yang diberangkatkan dapat menyerap ilmu dan pengalaman semaksimal mungkin selama menempuh pendidikan.

“Selamat menempuh perjalanan, selamat belajar, jaga kesehatan, jaga nama baik keluarga, sekolah, dan Kabupaten Mojokerto. Raihlah prestasi setinggi-tingginya sebagai bekal untuk meraih masa depan yang lebih cerah,” ujar Gus Barra, Selasa (14/7/2026).

Sebanyak 30 siswa asal Kabupaten Mojokerto tersebut untuk sementara waktu akan dititipkan dan mengenyam pendidikan berasrama di Sekolah Rakyat Kota Kediri. Langkah ini diambil karena gedung permanen Sekolah Rakyat di Kabupaten Mojokerto masih dalam proses usulan pembangunan, setelah sebelumnya sukses menjalankan pilot project rintisan 1A di SMP Negeri 15 Ngadek.

Sinkronisasi Data dan Kuota Kementerian

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto, Try Raharjo Murdianto mengungkapkan bahwa batasan kuota siswa ini menyesuaikan dengan regulasi dari pemerintah pusat.

"Sesuai dengan arah surat yang kami terima dari Kementerian Sosial, kami Pemerintah Kabupaten Mojokerto mendapat kuota sebanyak 30 peserta didik untuk jenjang SMP, yaitu kelas VII SMP," kata Try Raharjo.

Ia menambahkan, seluruh peserta didik yang terpilih telah melalui proses rekrutmen ketat melalui aplikasi 'Setara' yang disinkronisasikan dengan data Badan Pusat Statistik (BPS). Sinkronisasi ini bertujuan agar program tersebut tepat sasaran bagi warga yang benar-benar tidak mampu.

Try Raharjo juga memastikan bahwa para siswa nantinya akan ditarik kembali ke daerah asal setelah fasilitas fisik di Kabupaten Mojokerto siap beroperasi.

“Jika Sekolah Rakyat yang ada di Kabupaten Mojokerto sudah terbangun, sekalian menginformasikan ke keluarga, jadi nanti yang dititipkan di Kediri ini akan ditarik kembali ke Sekolah Rakyat yang sudah permanen di Kabupaten Mojokerto,” pungkasnya.

Sebagai bentuk dukungan penuh terhadap program prioritas Presiden RI, Pemerintah Kabupaten Mojokerto memfasilitasi seluruh akomodasi keberangkatan. Para siswa beserta satu orang perwakilan keluarga pendamping difasilitasi transportasi bus gratis dari Dinas Perhubungan (Dishub) hingga ke Kota Kediri. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Thaoqid Nur Hidayat
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.