Dorong Kemandirian Peternak, Mahasiswa Polbangtan Malang Kembangkan SATUTERNAK
Mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian Malang mengembangkan aplikasi untuk mendorong digitalisasi dan kemandirian para peternak.
MALANG – Transformasi digital di sektor peternakan terus menjadi kebutuhan seiring meningkatnya tuntutan efisiensi dan pengelolaan usaha berbasis data. Menjawab tantangan tersebut, mahasiswa Program Studi Agribisnis Peternakan Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang, Muhammad Abdi Firmansyah mengembangkan platform SATUTERNAK, sebuah website yang dirancang untuk mendukung rekording digital, edukasi peternakan, serta penguatan kemandirian peternak.
SATUTERNAK hadir sebagai solusi bagi peternak yang selama ini masih mengandalkan pencatatan manual. Melalui platform ini, peternak dapat menyimpan data populasi ternak, kesehatan, perkembangan produksi, hingga kebutuhan pemeliharaan secara lebih tertib, aman, dan mudah diakses kapan saja. Kehadiran sistem recording digital tersebut diharapkan dapat membantu peternak dalam melakukan evaluasi usaha secara lebih akurat dan terukur.
Tidak hanya berfungsi sebagai sarana pencatatan, SATUTERNAK juga menyediakan pusat edukasi yang memuat berbagai materi teknis peternakan, mulai dari formulasi pakan, manajemen ternak unggas dan ruminansia, mitigasi stres panas, hingga kesehatan dan reproduksi ternak. Fitur tersebut menjadi sarana pembelajaran yang mudah diakses untuk meningkatkan kapasitas dan literasi digital peternak.
Muhammad Abdi Firmansyah menjelaskan bahwa ide pengembangan SATUTERNAK berawal dari pengalamannya melihat langsung berbagai kendala yang dihadapi peternak di lapangan, khususnya terkait pengelolaan data dan administrasi usaha ternak.
“Banyak peternak yang masih menggunakan pencatatan manual sehingga data sering hilang atau sulit ditelusuri kembali," tuturnya.
Kondisi tersebut, lanjut dia, menjadi tantangan dalam evaluasi usaha dan pengambilan keputusan. Melalui SATUTERNAK, ia ingin menghadirkan platform yang sederhana, mudah digunakan, dan menjawab kebutuhan peternak dalam mengelola usaha secara lebih modern.
Selain SATUTERNAK, Abdi juga mengembangkan inovasi pendukung berupa toko online berbasis website untuk kelompok tani ternak serta platform registrasi kelompok tani ternak digital.
Kedua inovasi tersebut dirancang untuk memperkuat pemasaran produk peternakan sekaligus mendukung tata kelola kelembagaan peternak yang lebih efektif dan efisien.
Ketua Program Studi Agribisnis Peternakan Polbangtan Malang, Dewi Ratih Ayu Daning mengapresiasi inovasi yang dikembangkan mahasiswanya sebagai bentuk kepedulian terhadap permasalahan nyata yang dihadapi peternak.
“SATUTERNAK menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi kebutuhan riil di lapangan dan mengubahnya menjadi solusi berbasis teknologi yang aplikatif,* kata dia.
Menurut dia, inovasi tersebut tidak hanya berfokus pada digitalisasi pencatatan ternak, tetapi juga mengintegrasikan aspek edukasi, pemasaran, dan penguatan kelembagaan peternak.
"Hal itu menjadi bukti bahwa mahasiswa Polbangtan Malang mampu menghadirkan inovasi yang relevan dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” kata Dewi Ratih.
Lebih lanjut, Dewi berharap inovasi tersebut dapat terus dikembangkan melalui berbagai penyempurnaan fitur dan kolaborasi dengan berbagai pihak sehingga manfaatnya semakin luas.
Ia berharap SATUTERNAK dapat diimplementasikan secara lebih luas dan menjadi salah satu model pengembangan digitalisasi peternakan yang mendukung peningkatan produktivitas, efisiensi usaha, serta kesejahteraan peternak.
"Polbangtan Malang akan terus mendorong lahirnya inovasi-inovasi mahasiswa yang mampu menjawab tantangan pembangunan pertanian dan peternakan masa depan,” tegasnya.
Direktur Polbangtan Malang, Setya Budhi Udrayana menegaskan bahwa pengembangan SATUTERNAK sejalan dengan komitmen Polbangtan Malang sebagai perguruan tinggi vokasi di bawah Kementerian Pertanian dalam mencetak sumber daya manusia pertanian yang unggul, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu menghasilkan inovasi yang mendukung pembangunan pertanian berkelanjutan. (D)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

