LKS Dikmen 2026 Kabupaten Gresik Sukses Digelar, 155 Siswa Raih Predikat Juara
LKS Dikmen 2026 Kabupaten Gresik resmi ditutup. Menghadirkan cabang lomba AI dan Cyber Security, ajang ini melahirkan 155 juara dari berbagai bidang kompetensi.
Gresik – Perkembangan teknologi digital mewarnai pelaksanaan Lomba Kompetensi Siswa (LKS) Pendidikan Menengah (Dikmen) tahun 2026 di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Tahun ini, cabang Artificial Intelligence (AI) dan Cyber Security resmi dilombakan di LKS Dikmen sebagai bentuk adaptasi dunia pendidikan terhadap kebutuhan industri masa depan.
Gelaran LKS Dikmen 2026 tersebut resmi ditutup di SMAN 1 Manyar, Kabupaten Gresik, Jumat (13/2/2026) siang. Tercatat sebanyak 260 siswa dari 63 sekolah tingkat menengah atas bertanding dalam 44 bidang lomba.
Dari total kategori yang dilombakan, panitia menetapkan lima pemenang untuk setiap bidang, mulai dari Juara 1 hingga Harapan 2. Secara keseluruhan, terdapat 155 siswa yang berhasil meraih predikat juara dalam ajang bergengsi ini.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdin) Wilayah Gresik, Eko Agus Suwandi, dalam sambutannya menyampaikan bahwa lomba ini digelar untuk meningkatkan kompetensi siswa di era digital.
“Ini bukan bicara siapa yang menang atau kalah. LKS adalah bentuk sinergisitas, kerja bareng, dan pengalaman berharga bagi siswa. Pengalaman ini sangat penting untuk masa depan mereka,” ujar Eko.
Eko menegaskan, sejumlah bidang lomba yang diikuti siswa telah disesuaikan dengan perkembangan zaman. Di antaranya adalah Artificial Intelligence (AI), Automobile Technology, Desain Grafis, 3D Game, Cyber Security, hingga Digital Marketing.
"Tentu lomba ini sesuai perkembangan zaman dan untuk mengasah kompetensi siswa. Ajang ini juga menjadi bagian untuk menambah jejaring," tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Eko juga mengajak seluruh elemen pendidikan untuk melakukan transformasi kolektif. Tujuannya adalah menjadikan sekolah sebagai rujukan nasional melalui prestasi di ajang OSN, O2SN, FLS2N, hingga LKS.
"Mari kita naik kelas dalam stabilitas, kinerja, tata kelola, dan prestasi. Gresik harus menjadi contoh," tegasnya.
Selain urusan prestasi, Eko juga meminta para kepala sekolah untuk bertindak sebagai garda terdepan dalam menjaga kondusivitas lingkungan pendidikan. Ia menekankan pentingnya kemampuan deteksi dini agar masalah di sekolah tidak menjadi viral di media sosial.
"Jangan menunggu gaduh baru bertindak. Jangan menunggu laporan viral baru bergerak. Pemimpin harus hadir sebelum masalah menjadi krisis," pesannya.
Respons Pihak Sekolah
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Manyar, Ainur Rofiq, menyampaikan rasa bangganya karena para siswa di sekolahnya turut ambil bagian dalam LKS Dikmen 2026 dan berhasil meraih juara.
Rofiq menambahkan, SMAN 1 Manyar juga dipercaya menjadi salah satu lokasi penyelenggaraan LKS Dikmen tahun ini. "Selama pelaksanaan lomba, seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa kendala," pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




