FISIP UB Gelar Bakti Desa, Fokus Pengembangan Potensi Masyarakat
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) memberangkatkan 1.147 mahasiswa, 57 dosen, dan 11 dosen asing melalui program Fisip Bakti Desa Arcapada 2026.
MALANG – Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Brawijaya (UB) resmi memberangkatkan 1.147 mahasiswa, 57 dosen FISIP UB, dan 11 dosen asing melalui program Fisip Bakti Desa Arcapada 2026, Jumat (26/6/2026).
Kegiatan yang berlangsung selama satu bulan ini tidak hanya berfokus pada pengabdian masyarakat, tetapi juga menjadi langkah awal pengembangan laboratorium lapangan (living laboratory) berkelanjutan di sejumlah wilayah.
Dekan FISIP UB, Dr. Ahmad Imron Rozuli, S.E., M.Si menjelaskan bahwa program tersebut diikuti oleh 1.127 mahasiswa FISIP dan 28 mahasiswa asing yang berasal dari Polandia, China, Pakistan, dan Malaysia. Ia menambahkan bahwa kolaborasi multipihak ini diharapkan bisa membantu menguraikan permasalahan yang ada di desa tujuan.
“Nantinya mahasiswa akan membantu memecahkan permasalahan di desa, baik dalam aspek kesehatan, pendidikan, atau lingkungan,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa terdapat beberapa titik lokasi yang akan dijadikan laboratorium lapang (living laboratory) dimana kegiatannya akan dilaksanakan secara berkelanjutan, termasuk ketika program sudah selesai. Kawasan tersebut yakni Desa Pandansari, Kecamatan Jabung, dan Desa Sumberdem, Kecamatan Wonosari, yang sekaligus digunakan sebagai kawasan wisata edukasi dan konservasi.
Hal menarik lainnya adalah, mahasiswa akan disebar ke beberapa lokasi di Kabupaten Malang dan Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), tepatnya di Desa Bayan. Ia menilai bahwa masyarakat disana masih terhambat dalam mengakses pendidikan, terutama tingkat Menengah Atas hingga Perguruan Tinggi.
“Kita berharap mahasiswa bisa memberikan pemantik atau motivasi kepada anak-anak disana bahwa pendidikan tinggi itu penting, selain itu juga bisa menjadi daya dukung pengembangan SDM setempat,” tambahnya.
Sementara itu, di Kabupaten Malang setiap lokasi memiliki tema pengabdian yang berbeda sesuai kebutuhan daerah. Di kawasan yang dialiri sungai, mahasiswa akan mengangkat isu ketahanan air dan irigasi, termasuk pelestarian lingkungan sungai.
Selain itu, FISIP UB juga berfokus pada wilayah yang memiliki potensi seperti wisata, konservasi, atau yang lain, untuk lebih dikembangkan supaya dapat bermanfaat bagi masyarakat, terutama bagi mereka yang berada di garis kemiskinan dan rentan.
“Kita juga mendorong pengembangan kawasan yang memiliki potensi baik sebagai wisata edukasi, konservasi, atau lainnya supaya memberikan manfaat bagi masyarakat,” imbuhnya.
Dr. Ahmad berpesan bahwa mahasiswa harus beradaptasi terhadap wilayah yang akan ditempati nantinya. Ia juga menekankan untuk memperkuat kekompakan tim dan belajar memahami tentang kehidupan sehari-hari masyarakat.
Sementara itu, Rektor Universitas Brawijaya, Prof. Widodo turut memberikan motivasinya kepada para mahasiswa. Ia menyampaikan bahwa banyak permasalahan masyarakat yang perlu didengar. Sehingga mahasiswa didorong untuk mempelajari budaya, etika, hingga cara berkomunikasi masyarakat.
“Sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi orang lain, itu berarti kita memiliki impact kepada orang lain,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.
Berita ini juga tayang di portal nasional
Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

