TIMES JATIM, MALANG – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang. Qoirul Desta Ahmad Alfauzi, mahasiswa Program Studi Penyuluh Peternakan dan Kesejahteraan Hewan (PPKH), berhasil meraih Juara III Tanding Kelas D (60–65 Kg) Putra Tingkat Dewasa pada ajang Kejuaraan Pencak Silat “Malang Championship 5” Tingkat Nasional 2025.
Kejuaraan bergengsi yang berlangsung di GOR Ken Arok, Kota Malang, pada 19–20 Juli 2025 ini memperebutkan Piala Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (KEMENDIKBUD RI) serta Piala Wali Kota Malang. Ratusan atlet pencak silat dari berbagai perguruan tinggi, perguruan pencak silat, dan komunitas olahraga bela diri dari seluruh Indonesia turut ambil bagian dalam ajang tersebut.
Partisipasi mahasiswa Polbangtan Malang dalam kejuaraan ini merupakan bentuk nyata dukungan kampus terhadap pengembangan minat dan bakat mahasiswa di luar bidang akademik. Enam mahasiswa resmi mewakili kampus, yaitu Olivian Rizky Mahendra, Rara Callula Vania, Wishful Jihad Maulana, M. Alfikri Wahyudi, Ishak Haryanto Dallo, dan Qoirul Desta Ahmad Alfauzi.
Wakil Direktur III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni, Dr. Hamyana, S.ST., M.Si., menyampaikan apresiasinya atas pencapaian tersebut. “Prestasi Qoirul Desta membuktikan bahwa mahasiswa Polbangtan Malang tidak hanya berkompeten di bidang pertanian dan peternakan, tetapi juga mampu menunjukkan kualitas diri dalam olahraga pencak silat yang merupakan warisan budaya bangsa. Ini adalah bukti nyata bahwa Polbangtan Malang mendukung pengembangan karakter mahasiswa secara menyeluruh, baik akademik maupun non-akademik,” ujarnya.
Sementara itu, Qoirul Desta mengaku bangga dapat membawa pulang medali untuk almamaternya. “Saya sangat bersyukur bisa meraih juara di tingkat nasional. Ini tidak lepas dari doa orang tua, dukungan teman-teman, dan motivasi dari kampus. Saya berharap prestasi ini bisa menjadi penyemangat bagi mahasiswa lain untuk berani tampil dan berjuang di bidang yang mereka minati,” ungkapnya.
Pencak silat sebagai olahraga bela diri asli Indonesia tidak hanya mengasah fisik, tetapi juga menanamkan nilai-nilai sportivitas, disiplin, dan tanggung jawab. Keikutsertaan mahasiswa Polbangtan Malang dalam ajang ini diharapkan mampu menumbuhkan semangat kompetisi yang sehat, meningkatkan rasa percaya diri, serta mengharumkan nama baik kampus di kancah nasional.
Dengan capaian ini, Polbangtan Malang menegaskan komitmennya untuk terus mendorong mahasiswa mengembangkan potensi dalam berbagai bidang. “Kami ingin mahasiswa Polbangtan Malang tidak hanya menjadi calon penyuluh dan tenaga ahli pertanian yang profesional, tetapi juga generasi muda yang sehat, tangguh, dan berprestasi,” kata Hamyana. (*)
Pewarta | : Rochmat Shobirin |
Editor | : Ferry Agusta Satrio |