ORADO Jatim Lantik Pengurus 38 Kabupaten Kota, Fokus Training Wasit dan Pembibitan Atlet
TIMES Jatim/Rakerprov ORADO Jatim dan pelantikan pengurus 38 kabupaten kota di Surabaya, Sabtu (28/2/2026). (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

ORADO Jatim Lantik Pengurus 38 Kabupaten Kota, Fokus Training Wasit dan Pembibitan Atlet

Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Jawa Timur tengah mempersiapkan Training of Referee (ToR) bagi wasit dan pembibitan atlet.

TIMES Jatim,Sabtu 28 Februari 2026, 14:31 WIB
605
L
Lely Yuana

SURABAYAPengurus Provinsi Federasi Olahraga Domino Nasional (ORADO) Jawa Timur tengah mempersiapkan Training of Referee (ToR) bagi wasit dan pembibitan atlet usai pelantikan resmi 38 pengurus kabupaten kota dalam Rakerprov di Surabaya, Sabtu (28/2/2026).

Ketua Bidang Humas Pengurus Besar (PB) ORADO Enri Kurniadi mengatakan, Pengprov Jatim bersama sejumlah provinsi telah melakukan percepatan pengurus setelah Rakernas beberapa waktu lalu sebelum agenda padat kejuaraan menanti.

"Sudah terbentuk di 38 provinsi di seluruh Indonesia, setiap provinsi sedang melaksanakan Rakerprov. Kemudian Kejurcab dan Kejurprov di bulan April nanti. Rencananya PB ORADO juga akan mengadakan Kejurnas pertama di bulan April 2026," kata Enri.

Pihaknya menjelaskan, ORADO cukup serius mempersiapkan training of referee (ToR) atau pelatihan bagi wasit maupun juri yang bakal memimpin jalannya pertandingan olahraga domino.

Tahap awal pelatihan itu berupa edukasi, evaluasi serta seleksi. Jika sesuai standar PB ORADO, calon wasit berhak menerima lisensi sehingga dapat bertugas memimpin jalannya turnamen di berbagai tingkatan mulai cabang sampai nasional.

"Setiap wasit atau juri harus punya lisensi," ujarnya.

article
Ketua Harian PB ORADO sekaligus Wakil Ketua Umum PB ORADO Giri Bayu Kusuma turut mengapresiasi kesiapan penuh Pengprov ORADO Jatim, Sabtu (28/2/2026). (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

Di sisi lain, ORADO akan menggencarkan penjaringan sekaligus pembibitan atlet hingga rencana bergabung dalam Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Karena, domino dinilai merupakan olahraga positif yang berguna untuk mengasah otak, mengatur strategi, dan memperkuat interaksi sosial.

Bukan sekadar permainan lempar dadu, main domino membutuhkan kejelian dalam berhitung dan memahami probabilitas di atas board game. Olahraga ini juga dikenal dekat dengan masyarakat.

"PB ORADO memiliki banyak program. Salah satunya program SOMD. Semua Orang Main Domino. Karena, kegiatan Kejurnas nanti ada dua kategori. Pertama, kategori junior dan kedua, kategori senior," jelas Enri.

Dalam Kejurnas, lanjutnya, turnamen menjaring atlet kategori junior mulai dari usia 14 tahun sampai di bawah 18 tahun. Sedangkan kategori senior mulai dari usia 18 tahun ke atas.

"Artinya, olahraga domino ini bagus banget kalau mau pembibitan awal usia dini. Anak-anak kita daripada main handphone terus, lebih baik belajar berhitung, belajar strategi, bersosial juga dengan teman-temannya," ungkapnya.

Enri menambahkan, Menpora telah menyampaikan arahan saat deklarasi ORADO pada tanggal 7 Januari 2026 di Jakarta. ORADO bahkan digadang menjadi sport industry. 

Ia memberikan contoh saat Rakerprov ORADO Jatim hari ini. Tampak berbagai macam merchandise seperti kaos, asbak, gantungan kunci, hingga meja domino khusus telah dijual. Barang-barang tersebut merupakan produksi pelaku UMKM.

"Otomatis dengan adanya ORADO ini menumbuhkan minat wirausaha lagi. Lapangan kerja terbuka, ini sejalan dengan harapan dari lahirnya ORADO sebagai sport industry," tuturnya.

Ketua Harian PB ORADO sekaligus Wakil Ketua Umum PB ORADO Giri Bayu Kusuma dalam sambutannya turut mengapresiasi kesiapan penuh Pengprov ORADO Jatim dalam mempercepat pembentukan kepengurusan dan pelantikan melalui Rakerprov.

Momentum hari ini disebut merupakan langkah konsolidasi dalam mewujudkan visi ORADO sebagai organisasi yang terkelola dengan baik.

article
Ketua Bidang Humas Pengurus Besar (PB) ORADO Enri Kurniadi  bersama jajaran pengurus, Sabtu (28/2/2026). (Foto: Lely Yuana/TIMES Indonesia)

"Saya juga berharap bahwa nanti ORADO ke depan mempunyai manfaat bagi masyarakat luas," katanya.

Ia menjelaskan, azas manfaat ini sebagaimana maksud dan tujuan pendirian ORADO yang tertuang dalam AD/ART organisasi. Yakni salah satunya menumbuhkan perekonomian dan membuka lapangan kerja lewat ekosistem sport industry dari sisi sarana dan prasarana.

"Kita ada produk mejanya, ada produk dadunya. Kemudian dari sektor jasanya, ada event organizer, game publisher, dan banyak lagi. Itu nanti yang akan kita kembangkan," ucapnya.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris ORADO Jatim Esti Nalurani mengungkapkan, saat ini pihaknya bersemangat mengembangkan cabang olahraga domino di Jatim. Ia melihat antusiasme luar biasa.

"Kami sangat optimis karena domino ini adalah olahraga rakyat, istilahnya begitu. Tidak perlu sewa lapangan, tidak perlu sewa gedung. Kita lagi serius untuk menggosok wasitnya ini biar matang," ucap Esti.

Kematangan kemampuan wasit dinilai sebagai hal krusial. Karena pola permainan domino yang digunakan adalah skema peraturan 101. Di mana para pemain team work bergiliran memainkan satu domino pada satu waktu, menyambungkan satu domino dengan domino yang cocok di ujung barisan.

"Jadi, ini sangat serius, profesional. Kita mengarah ke sana. Tapi, kita sangat optimis bahwa olahraga rakyat ini akan menjadi olahraga favorit nantinya. Kita masih proses, tapi sudah dapat telepon dari SMA- SMA, kampus-kampus, untuk menyelenggarakan. Bahkan, karena pertemanan pribadi, ada yang bertanya apakah ini ada les nya," ungkap Esti Nalurani.

Ia memastikan pembibitan atlet dan pelatihan wasit di Jatim pun akan berjalan secara paralel. Karena, tidak ada pertandingan tanpa wasit, tidak ada pertandingan tanpa atlet.

"Saat ini karena fasilitas masih terbatas, sudah ada 50 wasit mengikuti pelatihan. Jujur sudah lebih dari 100 yang ke kita. Hanya mungkin menunggu arahan PB. Karena, untuk PB ada pelatihan wasit khusus bisa pertandingan antarprovinsi, yang kita laksanakan adalah pelatihan bagi wasit yang bisa pertandingan antarkota antarkabupaten," jelasnya.

Nantinya, para wasit yang lolos dan mendapat lisensi serta SK Pengcab setempat, mereka bisa melakukan pelatihan bagi wasit di kota maupun kabupaten.

"Jadi tidak boleh ada wasit resmi, atlet resmi yang tidak terdata di Pengcab. Kita berusaha untuk tertib di situ," ucapnya.

Esti menegaskan, ORADO Jatim akan menguatkan sistem di 38 kota kabupaten. Setiap kecamatan juga terpantau sudah mendirikan klub.

"Semua kita lakukan secara paralel. Kita lagi merapikan database atlet. Bukan hanya atlet yang menang, tetapi atlet yang berminat. Kita sudah mulai terpusat. Semua peminatan masuknya ke Pengcab, baru Pengcab ke Pusat," tandasnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Lely Yuana
|
Editor:Ferry Agusta Satrio

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.