TIMES JATIM, SURABAYA – Bernardo Tavares akhirnya tiba di Surabaya untuk menjadi pelatih Persebaya untuk mengarungi sisa musim Super League 2025/2026 ini. Tiba di Bandara Juanda Surabaya, pelatih asal Portugal ini langsung disambut oleh manajemen hingga suporter yang sudah menunggu.
Saat ditanya awak media, Tavares mengaku sudah mempersiapkan untuk menahkodai Persebaya. “Saat ini kami perlu mengenal apa yang kami miliki,” kata Tavares, Senin (5/1/2026).
Tavares menjelaskan, langkah pertama yang akan dilakukan adalah memahami secara menyeluruh “rumah” yang dimiliki Persebaya, mulai dari pemain muda hingga tim utama, sebelum melakukan perubahan yang dibutuhkan. "Saya harus mengenal rumah saya ini dahulu untuk nantinya disiapkan semuanya," tuturnya.
Pelatih asal Portugal itu mengaku telah menganalisis sejumlah pertandingan Persebaya serta mengamati karakteristik beberapa pemain yang sebelumnya bermain di klub lain dan di posisi berbeda, sebagai dasar evaluasi awal tim.
Ia juga menegaskan tidak datang ke Persebaya dengan membawa janji gelar juara, melainkan komitmen untuk bekerja keras bersama seluruh elemen klub.
“Saya tidak menjanjikan gelar. Saya datang untuk bekerja,” ucapnya.
Menurut Tavares, Persebaya merupakan klub besar dengan dukungan suporter yang sangat kuat, sehingga atmosfer stadion menjadi faktor penting dalam perjalanan tim, terutama pada laga kandang.
Ia berharap dukungan penuh suporter dapat kembali terlihat saat Persebaya menghadapi Malut United pada pertandingan mendatang, mengingat lawan memiliki catatan performa yang konsisten. "Saya berharap dukungan penuh dari semua hal termasuk suporter," tuturnya.
Selain itu, Tavares menilai Persebaya juga harus bersikap realistis dengan kondisi klasemen saat ini, mengingat ketatnya persaingan dan jarak poin dengan sejumlah tim papan atas.
Ia menyebut kerja sama dan kerendahan hati menjadi kunci untuk membangun momentum secara bertahap, seraya menekankan bahwa kemenangan dan kekalahan merupakan bagian dari sepak bola.
“Yang terpenting adalah kami menunjukkan usaha maksimal di lapangan,” tuturnya.
Tak hanya itu, ia menekankan pentingnya menjaga stabilitas tim serta menciptakan lingkungan yang saling menghormati antara pelatih, pemain, manajemen dan suporter, karena tidak ada pihak yang bisa meraih hasil sendirian.
Mantan pelatih PSM Makassar itu, juga menilai Persebaya memiliki fasilitas dan lingkungan yang baik, namun membutuhkan proses jangka panjang untuk membangun fondasi kuat, termasuk dengan memadukan pemain senior dan pemain muda dari akademi.
“Kita harus melangkah selangkah demi selangkah untuk bisa mendapatkan hasil maksimal,” ujarnya. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Bernardo Tavares Resmi Nahkodai Persebaya
| Pewarta | : Mochamad Khaesar |
| Editor | : Deasy Mayasari |