https://jatim.times.co.id/
Ekonomi

BI Malang Sebut TPID Berhasil Tekan Inflasi pada 2025

Rabu, 07 Januari 2026 - 10:43
BI Malang Sebut TPID Berhasil Tekan Inflasi pada 2025 KPwBI Malang, Febrina saat ditemui awak media. (Foto: Dok. TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, MALANG – Perwakilan Bank Indonesia (PwBI) Cabang Malang menyebut bahwa Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) berhasil menekan inflasi di 2025, khususnya pada Desember atau akhir tahun dan massa pergantian tahun 2025/2026. 

Secara detail, Indeks Harga Konsumen (IHK) Kota Malang pada Desember 2025 tercatat mengalami inflasi sebesar 0,56 persen secara bulanan (month to month/mtm). Angka ini lebih tinggi dibandingkan inflasi November 2025 yang berada di level 0,16 persen (mtm).

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Malang, Febriana mengatakan, dengan capaian tersebut, inflasi tahunan (year on year/yoy) Kota Malang mencapai 2,81 persen. Angka ini masih berada di bawah inflasi tahunan Jawa Timur dan nasional yang masing-masing tercatat sebesar 2,93 persen dan 2,92 persen (yoy).

Menurutnya, inflasi Desember 2025 terutama didorong oleh kenaikan harga pada kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau dengan andil inflasi sebesar 0,36 persen (mtm). Sejumlah komoditas yang memberikan kontribusi terbesar terhadap inflasi antara lain cabai rawit dengan andil 0,14 persen, emas perhiasan 0,11 persen, daging ayam ras 0,06 persen, bawang merah 0,05 persen, serta bensin sebesar 0,04 persen (mtm).

“Kenaikan harga cabai rawit dan bawang merah dipicu meningkatnya permintaan di tengah curah hujan tinggi yang berdampak pada gangguan produksi dan distribusi,” ujar Febrina, Rabu (7/1/2026).

Sementara itu, lanjut Febrina, untuk harga emas perhiasan naik seiring berlanjutnya peningkatan harga emas dunia hingga akhir Desember 2025. Adapun kenaikan harga daging ayam ras terjadi akibat tingginya permintaan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru), serta kenaikan harga bensin yang dipengaruhi oleh penyesuaian harga BBM non-subsidi sejak 1 Desember 2025.

Di sisi lain, tekanan inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh deflasi pada sejumlah komoditas. Cabai merah tercatat mengalami deflasi dengan andil sebesar minus 0,03 persen, disusul kacang panjang, kentang, jeruk, dan buncis yang masing-masing menyumbang deflasi sebesar minus 0,01 persen (mtm). 

“Penurunan harga tersebut didukung oleh kondisi pasokan yang relatif terjaga,” ungkapnya.

Febriana menegaskan, tekanan inflasi Kota Malang pada Desember 2025 masih terkendali dan berada dalam rentang sasaran. Hal ini tidak lepas dari koordinasi yang solid antara Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) melalui berbagai langkah pengendalian, seperti pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM), pembukaan Warung Tekan Inflasi (WTI), inspeksi mendadak pasar, hingga pemantauan harga bahan pokok secara rutin sepanjang Desember 2025.

Selain itu, TPID Kota Malang juga melakukan penguatan koordinasi melalui capacity building penyusunan neraca pangan, rencana kerja sama antar daerah (KAD) dengan Kabupaten Malang untuk komoditas ayam dan telur, serta dengan Kota Batu untuk komoditas hortikultura dan cabai. 

“Upaya lain dilakukan melalui fasilitasi distribusi, keikutsertaan dalam rapat koordinasi TPID mingguan, serta publikasi infografis neraca pangan secara berkala,” tuturnya.

Ke depan, sinergi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah bersama Bank Indonesia akan terus dilanjutkan pada 2026 melalui Gerakan Nasional Pengendalian Inflasi Pangan (GNPIP) serta penguatan program 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi efektif. 

“Langkah ini diharapkan mampu menjaga inflasi tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5 persen ± 1 persen (yoy),” ucapnya. (*)

Pewarta : Rizky Kurniawan Pratama
Editor : Ferry Agusta Satrio
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.