Motif Elang Jawa di Batik Kamulyan Bulukerto Kota Batu, Satukan Budaya dan Ekologi
TIMES Jatim/Motif Elang Jawa terlihat dalam Batik Kamulyan saat dipamerkan (Foto: Galih Rakasiwi/TIMES Indonesia)

Motif Elang Jawa di Batik Kamulyan Bulukerto Kota Batu, Satukan Budaya dan Ekologi

Produk batik ini menjadi ikon baru desa yang memadukan pemberdayaan ekonomi warga dengan komitmen pelestarian lingkungan.

TIMES Jatim,Minggu 1 Maret 2026, 19:16 WIB
75
G
Galih Rakasiwi

BATUDesa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji Kota Batu resmi meluncurkan batik tulis bermotif Elang Jawa bernama Batik Kamulyan.

Produk batik ini menjadi ikon baru desa yang memadukan pemberdayaan ekonomi warga dengan komitmen pelestarian lingkungan.

Kepala Desa Bulukerto, Suhermawan, memperkenalkan tujuh ibu pembatik yang menjadi motor produksi di galeri batik desa. 

"Jadi kita resmikan produk unggulan desa, Batik Tulis Bulukerto. Saya persilakan para ibu pembatik maju agar tamu undangan mengenal langsung sosok terampil di balik karya ini,” ujarnya, Minggu (1/3/2026).

Menurut Mawan, sapaannya, motif Elang Jawa dipilih bukan tanpa alasan. Sejak 2023, Pemdes Bulukerto bekerja sama dengan BKSDA untuk menjaga populasi Elang Jawa yang tersisa tiga ekor di wilayah tersebut. 

"Elang Jawa adalah satu-satunya spesies endemik yang masih bertahan di Kota Batu. Ini kebanggaan sekaligus tanggung jawab kita," tegasnya.

Langkah itu sejalan dengan visi pembangunan berwawasan ekologi yang diusung Pemkot Batu. Nama Kamulyan sendiri terinspirasi dari Sumber Umbul Gemulo berakar dari kata Mulyo.

"Mulyo sendiri memiliki makna sejahtera dan bermartabat. Harapannya, batik ini membawa kemuliaan dan kesejahteraan bagi warga," ungkapnya.

Sementara Ketua Dekranasda Kota Batu, Siti Faujiyah, mengapresiasi lahirnya Batik Kamulyan. Ia mengaku ingin mengenakan batik tersebut dalam acara peluncuran, namun proses pengerjaan belum rampung. 

"InsyaAllah setelah ini saya bangga memakainya. Kami berkomitmen mendukung UMKM lokal. Bahkan busana yang dikenakannya saat itu merupakan karya pengrajin dan desainer muda asli Kota Batu. Budaya dan potensi lokal harus kita angkat agar makin dikenal luas," ujarnya.

Istri Wali Kota Batu Nurochman tersebut berharap Batik Kamulyan tak berhenti pada seremoni. Ia mendorong agar produk tersebut naik kelas hingga pasar nasional melalui jejaring Dekranasda. 

Menurutnya, inovasi harus terus dikembangkan, tidak hanya pada busana, tetapi juga produk kreatif lain.

"Perangkat desa dan lembaga adat menjadi contoh dengan mengenakan Batik Bulukerto dalam berbagai kegiatan. Jika perangkat desa memakainya, itu promosi paling nyata. Terus berinovasi agar batik kita bisa go international," tutupnya. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Galih Rakasiwi
|
Editor:Ronny Wicaksono

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.