Ngabuburit Seru, Ibu-Ibu Kota Batu Belajar Olah Jamur Jadi Kare Modern Bareng Syahril MCI
Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB ini menghadirkan edukasi memasak, games seputar jamur, hingga sesi foto bersama menjelang waktu berbuka puasa.
BATU – Suasana ngabuburit di ALDO Frozen Food Kota Batu, Minggu (1/3/2026) terasa berbeda.
Ratusan ibu-ibu tampak antusias mengikuti demo masak bersama Syahril, finalis MasterChef Indonesia Season 10, dalam acara 'Ngabuburit Bersama Jamur Enoki Apollo'.
Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB ini menghadirkan edukasi memasak, games seputar jamur, hingga sesi foto bersama menjelang waktu berbuka puasa.
Acara diawali dengan games tebak-tebakan mengenai berbagai jenis jamur seperti enoki dan shiratake, termasuk khasiat, kandungan vitamin, dan kegunaannya.
Peserta yang berhasil menjawab mendapatkan voucher belanja minimal Rp. 50.000 dengan potongan Rp. 25.000 serta terdapat juga hadiah kaos.
Memasuki sesi utama, Syahril mendemonstrasikan cara memasak kare ayam dengan sentuhan modern menggunakan aneka jamur. Ia menjelaskan bahwa kare dan opor memiliki perbedaan mendasar pada jenis bumbunya.
“Kare menggunakan bumbu kuning atau merah, sedangkan opor memakai bumbu putih,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa kunci masakan Indonesia adalah memastikan bumbu benar-benar matang agar tidak menimbulkan rasa langu.
Karena itu, semua bumbu yang akan diblender terlebih dahulu ditumis. Bahkan bahan bumbu yang belum dihaluskan juga digoreng agar aromanya lebih keluar.
Dalam prosesnya, Syahril menggunakan 250 gram ayam bagian dada atau paha tanpa tulang yang dicacah menggunakan chopper bersama telur dan daun kemangi.
Daging ayam tidak dicacah terlalu halus agar teksturnya tetap terasa. Adonan kemudian dicampur sedikit tepung hingga padat, hampir menyerupai tekstur bakso.
Ayam yang digunakan bisa diganti dengan daging lain selama masih mentah dan belum direbus maupun dimarinasi.
Adonan tersebut diratakan di atas plastik wrap, kemudian diberi cincangan kasar jamur snow white di bagian tengah sebelum digulung membentuk rolade.
Tekstur adonan harus padat agar tidak pecah saat direbus. Rolade dimasak dalam air mendidih selama 8–10 menit hingga matang.
Selain itu, Syahril juga menghadirkan jamur krispy dari jamur enoki serta kerupuk berbahan rice paper sebagai pelengkap hidangan.
Untuk penyajian, rolade yang telah matang dipadukan dengan irisan tipis timun yang digulung rapi. Jika ingin lebih lengket, timun dapat direbus terlebih dahulu atau diganti dengan sawi.
Syahril juga menambahkan masakan berupa tumis jamur snow white menggunakan bawang merah, bawang putih, dan cabai besar. Jamur ditumis sebentar saja karena termasuk bahan yang cepat matang.
“Jamur itu cepat matang, jadi tidak perlu dimasak terlalu lama. Ditumis saja cukup,” ungkapnya.
Sepanjang demo memasak, suasana berlangsung interaktif. Para ibu-ibu aktif mengajukan pertanyaan, mulai dari teknik mencacah ayam hingga tips agar adonan tidak pecah.
Salah satu peserta mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut. “Saya senang karena bisa belajar ilmu baru. Moderatornya juga fun jadi mudah diikuti,” ujarnya.
Peserta lain mengatakan acara ini menjadi alternatif kegiatan ngabuburit yang bermanfaat. “Daripada bosan di rumah, saya datang ke sini. Sekalian cari ide mau masak apa karena tadi lihat demo masak,” tuturnya.
Setelah sesi memasak selesai, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama Chef Syahril, pembagian kartu member bagi peserta yang telah mendaftar, serta sesi zumba yang semakin memeriahkan suasana sore itu.
Melalui kegiatan ini, ngabuburit tidak hanya menjadi momen menunggu waktu berbuka, tetapi juga kesempatan untuk menambah wawasan dan inspirasi menu Ramadan. (*)
Pewarta: Firyanka Mirna Wahita
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




