Flash News

Penguatan Medsos, Caleg PIRA Jatim Diminta Pahami Milenial dan Generasi Z

Senin, 16 Oktober 2023 - 16:08
Penguatan Medsos, Caleg PIRA Jatim Diminta Pahami Milenial dan Generasi Z Pengurus PP PIRA, PD PIRA Jatim dan Ketua Gerindra Jatim Anwar Sadad foto bersama saat pelatihan Caleg di Hotel Platinum Surabaya.(Dok.Gerindra Jatim)

TIMES JATIM, SURABAYA – Pengurus Daerah Perempuan Indonesia Raya (PD PIRA) Provinsi Jawa Timur menggelar pelatihan dan konsolidasi pemenangan.

Salah satu yang menjadi fokus dalam konsolidasi ini adalah penguatan media sosial bagi para calon legislatif (Caleg) PD PIRA Jatim.

Acara pelatihan berlangsung di Hotel Platinum, Surabaya dengan mengangkat topik pemahaman tentang media sosial yang berkaitan dengan pemenangan para caleg PIRA dan caleg perempuan Partai Gerindra.

Ketua PD PIRA Jatim, Dra. H. Yayuk Padmi Rahayu, M.Si mengatakan, PIRA senantiasa mengambil peran serta dalam mengoptimalkan para kadernya agar terus mendapatkan informasi terkini.

"Kali ini berfokus pada penguatan media sosial," jelas Yayuk, Senin (16/10/2023).

Menuju Pemilu 2024, PIRA mendorong para Caleg untuk memahami strategi menggaet generasi milenial dan Generasi Z.

Karena berdasarkan data Komisi Pemilihan Umum (KPU) angka pemilih dua generasi tersebut sangatlah besar.

KPU sendiri sudah menetapkan DPT Pemilu 2024 sebanyak 204.807.222 pemilih. Dari jumlah tersebut, terdapat sebanyak 66,8 juta pemilih dari generasi milenial dan 46,8 juta pemilih dari Gen Z. 

"Gabungan milenial dan Gen Z punya peranan yang penting dalam pelaksanaan atau hasil Pemilu 2024," tandasnya.

Generasi tersebut dikenal melek teknologi informasi dibandingkan Baby Boomer dan Gen X, sehingga dapat dipastikan partisipasi aktif mereka di dunia maya akan mempengaruhi hasil pemungutan suara.

"Pendidikan seputar pentingnya media sosial adalah salah satu prioritas kami untuk memberikan penguatan para caleg ini," ucap Yayuk.

Ketua Umum PP PIRA dr. Sumarjati Arjoso, S.K.M. menyampaikan, pengaruh media sosial terhadap kehidupan masyarakat semakin besar. 

Berangkat dari fakta ini, maka semakin banyak kegiatan yang dilakukan dengan menggunakan platform media sosial, termasuk kegiatan kampanye politik. 

Namun, tidak hanya karena faktor umur pemilih di Pemilu mendatang, namun secara umum kami sadar bahwa kampanye online memiliki banyak kelebihan dibandingkan kampanye offline. 

Beberapa kemudahan yang didapat dari kampanye secara online adalah biaya lebih murah, tidak terikat oleh waktu, dapat menjangkau banyak orang, hanya membutuhkan tim kecil sehingga dapat bekerja secara praktis dan efek kampanye mudah terukur dalam bentuk banyaknya subscriber/follower dan LKS (like, komen, share).

Ketua DPD Gerindra Jatim, Dr. H. Anwar Sadad M.Ag yang secara resmi membuka acara ini menyampaikan bahwa ia sepakat dengan strategi pendekatan kampanye kepada masyarakat melalui media sosial. 

Menurutnya, terpenting sekarang adalah konten di media sosial harus dipastikan valid, bermanfaat dan positif. 

"Kader-kader Gerindra harus  pandai  memilih  dan  memilah  informasi untuk disampaikan ke publik. Hindari hoaks dan mis informasi. Jadikan Pemilu sebagai perayaan sukacita dan cerminkan itu di media sosial kita," tambah Anwar Sadad.

Lebih dari 100 kader PD dan PC PIRA Provinsi Jawa Timur dari berbagai kabupaten dan kota berpartisipasi dalam pelatihan ini. 

Mereka adalah para caleg perempuan yang sedang berlaga menyambut pemenangan, baik dalam Pilpres maupun Pileg tahun depan. 

Kayun Maryono sebagai trainer di acara pelatihan menjelaskan bahwa para peserta akan diberikan  pengetahuan  tentang  cara  membaca  algoritma,  tentang  platform  media sosial yang banyak digunakan di Indonesia, seperti Twitter, Instagram, Facebook, TikTok dan Youtube. 

Para caleg perlu memahami 5 platform utama yang diperlukan untuk efektivitas kampanye  politik, karena  masing-masing  memiliki  keunggulan  dan  fungsi  yang berbeda. 

Tujuan akhir dari pemahaman ini adalah untuk menciptakan follower menjadi voter atau pemilih. 

"Di sinilah para caleg harus kerja keras, taktis dan strategis untuk membangun popularitas menjadi aksepbilitas dan ujungnya elektabilitas," sambung Kayun. 

Sesi terakhir pelatihan diisi oleh Balkan Amdan, juga seorang trainer yang memberikan materi untuk merancang konten dan desain dengan menggunakan aplikasi Canva. Kreativitas atau tampilan yang menarik dalam menyampaikan ide dan gagasan akan menambah ketertarikan masyarakat untuk tahu lebih dalam tentang para caleg. 

Sebagaimana diketahui, Pengurus Daerah Perempuan Indonesia Raya (PD PIRA) Provinsi Jawa Timur menggelar pelatihan dan konsolidasi pemenangan. Salah satu yang menjadi fokus dalam konsolidasi ini adalah penguatan media sosial bagi para calon legislatif (Caleg) PD PIRA Jatim.(*)

Pewarta : Lely Yuana
Editor : Irfan Anshori
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.