Pemprov Jatim memiliki target pendapatan asli daerah (PAD) sekitar Rp 14 triliun. Saat ini, penyerapan PAD mencapai 76 persen dari target yang ditentukan. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa optimistis target tersebut bisa tercapai.
SURABAYA – Pemprov Jatim memiliki target pendapatan asli daerah (PAD) sekitar Rp 14 triliun. Saat ini, penyerapan PAD mencapai 76 persen dari target yang ditentukan. Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa optimistis target tersebut bisa tercapai.
Banyak cara dilakukan untuk memenuhi terget tersebut. Khofifah meminta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) terus berinovasi. Layanan jemput bola dimaksimalkan. Seperti mobil Samling (Samsat Keliling) yang baru saja dibranding ulang.
Imbauan itu disampaikannya seusai menjadi inspektur upacara peringatan HUT Bapenda Jatim dan peluncuran mobil Samling versi terbaru.
Mobil Samling memang sudah lama dioperasikan. Setiap hari, mobil tersebut menjemput bola. Lokasinya berpindah-pindah. Waktunya layanan juga berganti-ganti. Adakalanya pagi, siang, bahkan malam. Mobil yang kini bergambar logo CETTAR.
Khofifah juga menganjurkan penggunaan tekonologi. Sistem layanan berbasis teknologi bisa memperluas jangkauan. ''Inovasi menjadi satu kewajiban yang harus dilakukan,'' katanya, Senin (7/10/2019).
Cara lain yang digunakan untuk memaksimalkan penyerapan pajak adalah kebijakan pemutihan. Saat ini, sudah ada 40 ribu lebih masyarakat yang menyelesaikan kewajibannya. Jumlah tersebut setara dengan Rp 19 miliar.
Kebijakan tersebut masih berlangsung. Jumlah pembayar pajak pasti meningkat. Otomatis, penyerapan pajak melebihi Rp 19 miliar. Kebijakan pemutihan berlangsung sejak 23 September lalu.
Masyarakat banyak yang memanfaatkan program tersebut. Utamanya mereka yang memiliki tunggakan pajak kendaraan. Kebijakan tersebut ditutup 14 Desember mendatang.
Kepala Bapenda Jatim Boedi Prijo Soeprajitno mengatakan penggunaan teknologi sudah dilakukan. Dia membenarkan bahwa teknologi memperluas jangkauan. Misalnya, pembayaran pajak kendaraan melalui minimarket. "Dampaknya sangat positif,'' katanya.
Wajib pajak yang berada di luar Jawa bisa menggunakan layanan itu. Mereka membayar pajak dengan mudah. Penyerapan pajak pun meningkat. Boedi tidak puas dengan pencapaian itu. “Kami masih terus berinovasi untuk memudahkan masyarakat membayar pajak,'' ucapnya.
Saat ini, Bapenda Jatim baru bekerja sama dengan satu minimarket. Bapenda sedang menjajaki minimarket lain untuk menyediakan layanan tersebut. Dengan begitu, masyarakat memiliki beberapa pilihan saat membayar pajak.
Selain itu, pos pajak lain juga akan dimaksimalkan oleh Pemprov Jatim untuk meningkatkan PAD. Misalnya, pajak rokok yang baru 50 persen. Lalu, pajak bahan bakar minyak, serta pajak penggunaan air permukaan. ''Untuk pajak rokok, pembayarannya dilaksanakan dua kali, akhir tahun sudah masuk semua,'' ucapnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




