Baru 20 KDMP di Kabupaten Malang yang Rampung Dibangun
Baru 20 Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Malang yang telah selesai dibangun 100 persen. Sementara lainnya masih dalam tahap proses pembangunan fisik.
MALANG – Program pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Malang masih terus berjalan. Hingga saat ini, tercatat baru 20 koperasi desa yang telah selesai dibangun 100 persen, sementara lainnya masih dalam tahap proses pembangunan fisik.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Malang, Tito Febrianto, mengatakan sebagian besar KDMP saat ini masih menunggu penyelesaian pembangunan sarana fisik sebelum mengembangkan usaha secara maksimal.
“Kalau proses pembangunan KDMP di Kabupaten Malang yang sudah 100 persen itu ada 20 KDMP. Yang lainnya masih proses,” ujar Tito.
Meski begitu, Tito menyebut beberapa koperasi desa sudah mulai menjalankan usaha dan bahkan mencatatkan perkembangan yang cukup pesat.
“Kalau sekarang berkaitan dengan usaha-usaha yang dilakukan, sebagian besar KDMP masih menunggu pembangunan fisik selesai. Tapi sudah ada Koperasi Desa Merah Putih yang sudah action dan itu besar sekali omzetnya,” jelasnya.
Salah satu contoh koperasi yang sudah berkembang adalah KDMP Randugading. Koperasi ini sebelumnya merupakan pengembangan dari Koperasi Wanita (Kopwan) yang telah memiliki aset cukup besar sebelum berubah menjadi KDMP.
“Di Randugading itu pengembangan dari Koperasi Simpan Pinjam Koperasi Wanita. Awalnya asetnya sudah sekitar Rp3 miliar. Setelah dikembangkan menjadi Kopdes, sekarang mengembangkan usaha semacam minimarket,” kata Tito.
Selain menjalankan usaha ritel, KDMP Randugading juga mengelola layanan air bersih untuk masyarakat setempat.
“Di samping itu, di Randugading juga ada pengelolaan air bersih yang dilakukan oleh KDMP. Jadi usahanya terus berkembang,” imbuhnya.
Contoh lain adalah Koperasi Mina Jaya di Sendang Biru, yang sebelumnya merupakan Koperasi Unit Desa (KUD) dan kini berkembang menjadi KDMP dengan berbagai unit usaha.
“Koperasi Mina Jaya ini asetnya sudah besar. Dulu KUD di Sendang Biru, kemudian berkembang menjadi Koperasi Desa Merah Putih. Sekarang sudah punya pom bensin, cool storage dan berbagai macam usaha,” jelas Tito.
Selain itu, KDMP juga mengelola berbagai fasilitas ekonomi yang sebelumnya dibangun pemerintah pusat. Salah satunya terdapat di Puji Harjo, kawasan Kampung Nelayan.
“Di Puji Harjo Kampung Nelayan, itu bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Kelautan. Usahanya sekarang dikelola oleh KDMP. Jadi usaha-usaha yang sudah dibangunkan Kementerian Kelautan itu dikelola oleh koperasi desa sebagai badan usahanya,” terangnya.
Tito menambahkan, sejumlah KDMP lainnya juga mulai menunjukkan aktivitas usaha, seperti KDMP Clumprit dan KDMP Selorejo. Bahkan, koperasi di Selorejo sudah mulai memasok hasil buah ke program MPG.
“Ada lagi beberapa koperasi yang sudah action, seperti di Clumprit dan Selorejo. Selorejo sudah memasok buah ke MPG juga,” pungkasnya. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




