Antisipasi Perang Iran, Paiton Energy Pastikan Listrik Jawa-Bali Aman
TIMES Jatim/Komples PLTU Paiton, Kabupaten Probolinggo (Foto: Paiton Energy)

Antisipasi Perang Iran, Paiton Energy Pastikan Listrik Jawa-Bali Aman

PT Paiton Energy siaga hadapi krisis geopolitik global. Meski stok batu bara menipis akibat tingginya beban listrik, operasional dipastikan aman. Ini skenario perusahaan.

TIMES Jatim,Jumat 6 Maret 2026, 08:56 WIB
353
M
Muhammad Iqbal

PROBOLINGGOPT Paiton Energy memastikan operasional pembangkit tetap stabil di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik antara Israel-AS dan Iran. Meski konflik global berpotensi mengganggu rantai pasok suku cadang internasional, perusahaan telah menyiapkan skenario mitigasi guna menjamin keandalan listrik Jawa-Bali.

Chief Financial Officer PT Paiton Energy, Bayu Anggoro Widyanto, mengatakan pihaknya telah melakukan berbagai langkah antisipasi, terutama terkait potensi gangguan rantai pasok global.

Menurut Bayu, analisis internal perusahaan menunjukkan bahwa konflik yang terjadi di dunia kemungkinan tidak berlangsung singkat sehingga perusahaan perlu mempersiapkan berbagai skenario.

“Salah satu komisaris kami itu kan Pak Marsetio, mantan Kepala Staf Angkatan Laut. Sempat berdiskusi dengan beliau juga, menurut analisa beliau ini perangnya mungkin nggak sebentar. Jadi kita perlu siap-siap,” kata Bayu saat dihubungi, Kamis (5/3/2026). 

Bayu menjelaskan bahwa dampak geopolitik global hampir pasti dirasakan oleh industri energi karena rantai pasoknya bersifat internasional. Banyak komponen dan suku cadang pembangkit yang masih harus diimpor dari luar negeri. Salah satu jalur impor melalui selat Hormust di Iran. 

“Apakah ada dampaknya? Ya pasti akan ada dampaknya karena supply chain kita global. Sparepart-sparepart kita juga ada yang dari luar negeri, itu yang perlu kita antisipasi,” ujarnya.

Meski demikian, Bayu memastikan kondisi operasional pembangkit di Paiton saat ini relatif aman karena jadwal pemeliharaan tahunan atau outage telah selesai dilakukan pada awal tahun.

“Outage di tahun ini sudah selesai di awal tahun. Jadi sepanjang tahun ini sudah tidak ada outage, sehingga mudah-mudahan tidak ada gangguan rantai pasok kalau kita harus membeli sparepart yang harus diimpor,” jelasnya.

Selain rantai pasok, perusahaan juga memantau dinamika harga komoditas energi global. Menurut Bayu, konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah umumnya berdampak pada kenaikan harga minyak yang kemudian berimbas pada komoditas energi lain.

Namun untuk bahan baku utama pembangkit, yakni batu bara, ia menilai pasokan dari dalam negeri masih relatif aman.

“Kalau batu bara sebagai bahan baku utama, kita pasoknya dari dalam negeri. Geopolitik di Timur Tengah sepertinya tidak terlalu berpengaruh terhadap pasokan batu bara domestik,” katanya.

Meski demikian, ia mengakui potensi kenaikan harga batu bara tetap ada karena biasanya mengikuti tren kenaikan harga minyak dunia.

“Biasanya setelah harga minyak naik gara-gara kondisi panas di Timur Tengah itu diiringi kenaikan komoditas lain, mungkin batu bara juga naik,” tambahnya.

Pemerintah sendiri, lanjut Bayu, tengah melakukan peninjauan terhadap Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan tambang batu bara untuk memastikan ketersediaan pasokan bagi sektor ketenagalistrikan nasional.

PT Paiton Energy bersama Asosiasi Pengusaha Listrik Batu Bara Indonesia juga telah berdiskusi dengan pemerintah melalui Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan untuk memastikan pasokan batu bara tetap terjaga, terutama menjelang periode kebutuhan listrik tinggi seperti Lebaran.

Selain isu pasokan, perusahaan juga mencermati tingginya permintaan listrik di sistem kelistrikan Jawa-Bali. Hal ini terlihat dari meningkatnya capacity factor pembangkit yang kini berada di atas target awal.

“Dari anggaran yang cuma 80 persen, sekarang capacity factor kita sudah di atas 90 persen. Artinya batu bara yang dibakar juga lebih banyak,” jelas Bayu.

Kondisi tersebut menyebabkan stok batu bara di sejumlah pembangkit mengalami penurunan. Situasi ini tidak hanya terjadi di Paiton Energy, tetapi juga di sejumlah pembangkit lain di kawasan Paiton maupun di sistem kelistrikan Jawa-Bali.

“Stok batu bara menipis, bukan hanya di Paiton Energy, di tetangga-tetangga seperti Jawa Power dan PLN Nusantara Power juga sama. Di pembangkit-pembangkit lain kondisinya juga sedang turun,” ujarnya.

Meski demikian, Bayu menegaskan pemerintah telah memberikan perhatian khusus terhadap persoalan tersebut dengan menugaskan sejumlah perusahaan pemasok batu bara guna memastikan ketersediaan bahan baku bagi pembangkit listrik nasional. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Muhammad Iqbal
|
Editor:Muhammad Iqbal

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.