Jumlah Investor Saham di Kabupaten Malang Naik Pesat, Jadi 120 Ribu Orang pada 2026
Jumlah investor saham di Kabupaten Malang mengalami peningkatan signifikan dalam setahun terakhir.
MALANG – Jumlah investor saham di Kabupaten Malang mengalami peningkatan signifikan dalam setahun terakhir. Data dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Malang menunjukkan tren pertumbuhan positif tingkat inklusi pasar modal di wilayah kerja Kantor OJK Malang.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan Kantor Malang Farid Faletehan menerangkan, di wilayah kerja OJK Malang, peningkatan jumlah investor tercermin dari pertumbuhan Single Investor Identification (SID) yang mencapai 34,67 persen secara year on year (yoy) hingga Januari 2026.
Di Kabupaten Malang, jumlah investor pasar modal pada Januari 2026 tercatat sebanyak 120.454 investor, meningkat tajam dibandingkan Januari 2025 yang berjumlah 83.108 investor.
“Kenaikan ini menunjukkan minat masyarakat terhadap investasi di pasar modal terus meningkat. Hal ini juga didukung oleh program edukasi dan sosialisasi pasar modal yang dilakukan secara berkelanjutan dan inklusif,” ujar Farid.
Pertumbuhan investor juga terjadi di wilayah Malang Raya lainnya. Di Kota Malang, jumlah investor pada 2025 tercatat sebanyak 104.374, kemudian meningkat menjadi 124.950 investor pada 2026.
Sementara itu di Kota Batu, jumlah investor pasar modal juga mengalami peningkatan dari 12.765 investor pada 2025 menjadi 16.547 investor pada 2026.
Farid menambahkan, peningkatan jumlah investor ini menunjukkan semakin luasnya pemahaman masyarakat terhadap instrumen investasi di pasar modal.
Menurutnya, OJK bersama berbagai pemangku kepentingan akan terus mendorong literasi dan inklusi keuangan, khususnya melalui edukasi pasar modal kepada pelajar, mahasiswa, hingga masyarakat umum agar semakin banyak masyarakat yang memahami investasi secara bijak dan legal. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



