Lampaui HET, Harga Daging Sapi di Banyuwangi Tembus Rp150 Ribu
TIMES Jatim/Daging sapi di Pasar Banyuwangi. (FOTO: Anggara Cahya/TIMES Indonesia)

Lampaui HET, Harga Daging Sapi di Banyuwangi Tembus Rp150 Ribu

Harga daging sapi di Pasar Banyuwangi tembus Rp150.000 per kg, melampaui HET, namun harga daging ayam justru berangsur turun.

TIMES Jatim,Selasa 24 Februari 2026, 16:23 WIB
791
S
Syamsul Arifin

BanyuwangiHarga daging sapi di Pasar Banyuwangi dilaporkan terus meroket hingga menyentuh angka Rp150.000 per kilogram. Kenaikan harga khususnya pada bagian paha belakang dan depan ini terpantau terjadi sejak dua hari lalu, di mana sebelumnya masih dibanderol Rp135.000 per kilogram.

“Harga daging sapi di Pasar Banyuwangi saat ini berkisar antara Rp140.000 hingga Rp150.000 per kilogram,” ungkap Kepala Pasar Banyuwangi, Selamet Hariyadi, melalui staf petugas pasar, Arista Lila Candra, Selasa (24/2/2026).

Menurut Arista, harga tersebut tergolong sangat tinggi mengingat Harga Eceran Tertinggi (HET) daging sapi berada di angka Rp130.000 per kilogram. “Saat ini harga daging sapi tergolong mahal karena trennya sedang naik,” tuturnya.

Arista menjelaskan bahwa harga yang ditawarkan bervariasi tergantung pada bagian dagingnya. Daging sapi jenis tenderloin atau has dalam, misalnya, dijual seharga Rp150.000 per kilogram atau lebih, tergantung kualitas (grade) dagingnya.

article
Daging ayam di Pasar Banyuwangi. (FOTO: Anggara Cahya/TIMES Indonesia)

“Daging ini terletak di bagian tengah pinggang, di bawah tulang rusuk dan samping tulang punggung sapi,” terangnya.

Sementara itu, untuk jenis daging balungan atau rawonan—istilah masyarakat Jawa untuk daging yang masih menempel pada tulang—harganya relatif lebih rendah. “Harganya lebih murah, sekitar Rp120.000 per kilogram,” papar Arista.

Kondisi berbeda terjadi pada komoditas daging ayam. Di Pasar Banyuwangi, harga daging ayam justru berangsur turun dari semula Rp40.000 per kilogram menjadi Rp36.000 per kilogram pada hari ini. Meski turun, harga tersebut masih di atas harga normal yang biasanya berkisar Rp30.000 per kilogram.

Selaras dengan temuan di lapangan, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Bidang Ketahanan Pangan Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertapa) Banyuwangi, Nanang Sugiharto, membenarkan kenaikan harga tersebut. Menurutnya, lonjakan dipicu oleh kenaikan harga ternak sapi di tingkat peternak.

"Kenaikan berasal dari tingkat peternak. Mayoritas peternak kita masih tradisional atau backyard farm (peternakan rumah tangga). Karena momentum Ramadan dan menjelang Lebaran, banyak yang menjual ternaknya sehingga harga ternak naik, yang otomatis berdampak pada harga daging di pasar," jelas Nanang. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Syamsul Arifin
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.