Bahaya Tukar Uang di Jalanan, Bank Indonesia Imbau Gunakan Layanan Resmi SERAMBI 2026
Bank Indonesia (BI) memperingatkan risiko penukaran uang di jasa tidak resmi. Melalui program SERAMBI 2026, BI menyiapkan Rp185,6 triliun uang layak edar yang bisa dipesan melalui aplikasi PINTAR.
Jakarta – Menjelang Idul Fitri 1447 H, fenomena jasa penukaran uang di pinggir jalan kembali marak. Bank Indonesia (BI) mengingatkan masyarakat akan besarnya risiko melakukan transaksi di luar mekanisme resmi, mulai dari jaminan keaslian uang hingga potensi penipuan.
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menegaskan bahwa penukaran uang di jalur tidak resmi sangat merugikan karena akurasi jumlah dan keamanannya sulit dipastikan.
“Bank Indonesia terus mengupayakan layanan yang lebih baik kepada masyarakat, termasuk memperluas layanan penukaran uang tunai melalui kas keliling di berbagai lokasi,” ujar Ramdan dalam keterangannya, Jumat (6/3/2026).
Program SERAMBI 2026: Siapkan Rp185,6 Triliun
Untuk memenuhi kebutuhan uang layak edar selama Ramadan dan Lebaran tahun ini, BI menggelar program Semarak Rupiah Ramadhan dan Berkah Idul Fitri (SERAMBI) 2026. Program ini berlangsung sejak 13 Februari hingga 15 Maret 2026.
Tahun ini, BI menyiapkan dana fantastis sebesar Rp185,6 triliun, dengan rincian Rp177 triliun dialokasikan untuk perbankan (ATM dan kantor cabang) dan Rp8,6 triliun dialokasikan khusus untuk layanan penukaran langsung dengan paket maksimal Rp5,3 juta per orang.
Layanan ini tersebar di 2.883 titik dengan total 8.755 layanan di seluruh pelosok Indonesia, termasuk di pusat keramaian dan rumah ibadah.
Cara Tukar Uang Via Aplikasi PINTAR
Guna menghindari antrean dan memastikan ketersediaan kuota, masyarakat diimbau menggunakan aplikasi PINTAR.
"Bank Indonesia mengapresiasi tingginya animo masyarakat yang tercermin dari cepatnya penyerapan kuota pemesanan penukaran di seluruh wilayah Indonesia melalui Aplikasi PINTAR," kata Ramdan. Hingga saat ini, tercatat lebih dari satu juta penukar telah terdaftar dalam sistem tersebut.
Masyarakat cukup mengakses laman pintar.bi.go.id untuk memilih jadwal dan lokasi penukaran yang diinginkan. Selain itu, nasabah juga bisa langsung menghubungi kantor bank terdekat sesuai kebijakan masing-masing bank.
Edukasi "Cinta, Bangga, Paham" Rupiah
Selain menyediakan uang tunai, BI terus mengampanyekan gerakan Cinta, Bangga, Paham (CBP) Rupiah. Masyarakat diingatkan untuk selalu mengecek keaslian uang dengan metode 3D (Dilihat, Diraba, Diterawang).
Untuk menjaga kualitas fisik uang, BI juga menyosialisasikan perilaku "5 Jangan". Jangan dilipat, Jangan dicoret, Jangan distapler, Jangan diremas, dan Jangan dibasahi. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.



