TIMES Jatim/Aliran Sungai Legundi di Kota Probolinggo meluap, dan meluap ke rumah warga. (Foto ; Sri Hartini/TIMES Indonesia)

Hujan lebat di Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, mengakibatkan aliran Sungai Legundi di Kota Probolinggo, Jawa Timur, meluap. ...

TIMES Jatim,Senin 21 November 2022, 06:11 WIB
46.7K
S
Sri Hartini

PROBOLINGGOHujan lebat di Kecamatan Sumber, Kabupaten Probolinggo, mengakibatkan aliran Sungai Legundi di Kota Probolinggo, Jawa Timur, meluap. Banjir luapan ini telah merendam rumah warga di dua Kelurahan, Minggu (20/11/2022) malam.

Yaitu Kelurahan Sumber Wetan, Kecamatan Kedopok; dan Kelurahan Pohsangit Kidul, Kecamatan Kademangan, kota setempat. Di dua kelurahan tersebut, tercatat sedikitnya ada 27 rumah warga terendam.

Selain itu, Pasar Pohsangit Kidul yang tepat berada di sisi selatan Sungai Legundi juga tergenang. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo masih terus melakukan assessment atas bencana ini.

Menurut keterangan Mahfud, seorang warga dari Kelurahan Pohsangit Kidul, Kecamatan Kademangan, air Sungai Legundi mulai meluap sejak pukul 18.00 WIB.

“Air sungai meluap mulai habis magrib, sekitar pukul 18.00,” kata Mahfud.

Air Sungai Legundi meluap, karena hujan di daerah atas atau daerah Kecamatan Sumber Kabupaten probolinggo.

“Di daerah atas (Sumber, Red) hujan deras, sehingga mengakibatkan air Sungai Legundi ini meluap. Akbiatnya ini tadi air sungai masuk ke rumah warga. Ketinggiannya sampai lutut orang dewasa,” jelas Mafud.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Probolinggo yang mendapat laporan, langsung melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, dan langsung mendatangi lokasi.

article
Luberan air dari sungai legundi menggenangi rumah-rumah warga setinggi lutut orang dewasa (Foto: Sri Hartini/TIMES Indonesia)

Petugas dari BPBD, PUPR-PKP, Pemkot Probolinggo, Polres Probolinggo Kota, Kodim 0820, turun ke lokasi untuk mengecek langsung kondisi banjir yang merendam rumah-rumah warga di dua kelurahan.

Selain itu, BPBD juga mengecek sebuah Dam di Sungai Legundi tersebut. Dan benar saja, Dam Kelep yang biasanya berfungsi normal atau otomatis terbuka, sistemnya terganggu, karena banyaknya sampah yang menyumbat aliran sungai dan mengakibatkan rumah warga kebanjiran .

Melihat kondisi ini, dinas terkait, seperti dinas PUPR-PKP, langsung menurunkan alat berat untuk mengangkat sampah-sampah yang menyumbat Dam Kelep.

Setelah satu jam penanganan, aliran Sungai Legundi mulai bisa dikendalikan dan banjir di rumah warga mulai surut.

Kepala Dinas PUPR-PKP Kota Probolinggo Rini Sayekti mengatakan, luapan air Sungai Legundi ini, terjadi karena hujan deras mengguyur daerah atas. Air membawa serta sampah, sehingga menghambat aliran sungai.

“Sebenarnya, Sungai Legundi ini merupakan sungai provinsi. Tapi karena juga berdampak bagi Kota Probolinggo, jadi kami bersama tim posko siaga bencana turun ke lokasi,” kata Rini

Rini menjelaskan, sebenarnya Dam Kelep memiliki pintu otomatis. Ketika ada tekanan dari aliran air yang meningkat, pintu air Dam Kelep otomatis terbuka.

“Tapi petang tadi karena banyak sampah yang masuk, membuat deteksi otomatis tidak maksimal, sehingga membuat air meluap,” jelas Rini.

article
Untuk mengangkut sampah yang menyumbat aloiran sungai di Dam Kelep, Dinas PUPR Pemkot mendatangkan dua alat berat. (Foto: Sri Hartini/TIMES Indonesia)

Untuk mengatasi ini, PUPR-PKP menurunkan alat berat untuk mengangkat sampah-sampah berupa gulma, barongan (Bambu), hingga pohon pisang.

Ada dua alat berat yang diturunkan. Ada sebuah alat keruk yang kecil, dan untuk menjangkau sisi selatan sungai, PUPR akan mendatangkan alat berat long up. Selain itu juga ada sebuah kendaran SDA dari Provinsi Jatim yang masih dalam perjalanan, untuk menyisir seluruh sungai Legundi.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Probolinggo, Sugito mengatakan petugas BPBD masih terus melakukan assessment di lokasi dekat Dam Kelep, untuk mendata lokasi terdampak.

“Dari data sementara, kami masih mendata ada 27 kepala keluarga. Namun kami masih terus melakukan pendataan. BPBD Kota Probolinggo menurunkan 12 personil BPBD dan 10 tenaga relawan,” jelas Sugito.

Selanjutnya, lanjut Sugito, Dinas Sosial Kota probolinggo akan mendirikan posko siaga, dapur umum yang lokasinya berada di Kantor Kecamatan Kademangan Kota Probolinggo.

Ganggu Lalu Lintas

Tak hanya merendam pasar dan rumah warga, banjir luapan Sungai Legundi juga mengganggu lalu lintas Jalan Prof Hamka, yang menjadi jalur selatan Kota Probolinggo.

Akibat banjir luapan ini, arus lalu lintas di jalur selatan Kota Probolinggo, dialihkan ke Jalan Brantas. Arus kendaraan dari arah timur ke barat di tutup dan dialihkan ke Jalan Brantas dan Jalan Bengawan Solo.

Kanit Turjawali Sat Lantas Polres Probolinggo Kota, Ipda Tohari menjelaskan, banjir menyebabkan lalu lintas menuju Lumajang tersendat.

"Luberan air dari Sungai Legundi ke jalan raya jalur selatan, sementara kita tutup, dan kami alihkan ke arah jalan Bengawan Solo dan Jalan Brantas. Karena ditakutkan membahayakan pengguna jalan," jelas Tohari.

Pemerintah Kota Probolinggo selalu mengingatkan warga untuk terus menjaga lingkungan sekitar dengan tidak membuang sampah sembarangan. Utamanya tidak membuang sampah di sungai yang dapat mengakibatkan banjir. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Sri Hartini
|
Editor:Tim Redaksi