TIMES JATIM, GRESIK – Upaya meningkatkan literasi dan edukasi digital di lingkungan pendidikan terus dilakukan. Salah satunya melalui pemutaran film Cyberbullying di Kabupaten Gresik Jawa Timur.
Dalam kegiatan tersebut, seluruh kepala sekolah serta guru Bimbingan dan Konseling (BK) SMA/SMK negeri mengikuti nonton bareng yang digelar di CGV Icon Mall, Rabu (7/1/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, mengatakan penggunaan media film dinilai efektif untuk menyampaikan pesan edukatif, khususnya di era visual saat ini.
“Menurut saya, di era visual ini orang lebih mudah memahami melalui film. Hasilnya, pesan tentang apa yang terjadi di dunia digital bisa lebih dipahami,” ujarnya.
Aries menegaskan, film tersebut menggambarkan realitas dunia pendidikan yang kini tak lepas dari paparan teknologi digital. Di balik manfaatnya, lanjut terdapat sisi negatif yang perlu diwaspadai bersama, salah satunya praktik perundungan di dunia maya.
“Film ini membawa kesadaran bagi insan pendidikan dan sekolah bahwa dunia teknologi juga memiliki dampak negatif yang harus diantisipasi,” jelasnya.
Aries berharap film ini mampu memberikan pemahaman masif mengenai pengaruh psikis yang signifikan bagi anak-anak di lingkungan sekolah akibat teknologi. Ia menegaskan agar masyarakat melihat nilai edukasi dari film ini ketimbang sisi komersialnya.
“Saya juga berharap kepada kita semua bukan sisi komersialnya yang kita lihat, tapi bagaimana kita manfaatkan film ini untuk bisa mendidik kita semua, agar bisa mengantisipasi yang terjadi terhadap anak teknologi,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Gresik, Eko Agus Suwandi berharap kepala sekolah dan guru dapat memperoleh pemahaman yang utuh tentang bahaya cyberbullying. Edukasi tersebut nantinya akan diteruskan kepada para siswa.
Mengapa film ini penting untuk ditonton? dikatakan Eko saat ini fenomena cyberbullying bukan lagi hal asing. Banyak kasus nyata menunjukkan bagaimana anak-anak, remaja, bahkan orang dewasa terjebak dalam depresi akibat perundungan digital.
“Nonton bareng kali ini diikuti oleh kepala sekolah dan juga guru BK, ini bagian dari sosialisasi penguatan karakter siswa, Setelah ini siswa. Nanti akan dimasifkan, tahap awal akan memberikan tiket Gratis untuk ketua OSIS dan pengurus inti di masing-masing sekolah," katanya.
Hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KBPPA) Gresik, dr Titik Ernawati yang mendukung aksi bersama mencegah perundangan melalui nobar film Cyberbullying.
Sebagai informasi, film ini diproduksi PT. Dinamika Lestari Entertainment hasil kolaborasi lintas kementrian yakni Kemendikdasmen, Kemen PPA, Komdigi, Kemenag serta Kemendagri.
Film "Cyberbullying" yang dirilis pada Oktober 2025 tersebut mengisahkan perjuangan Neira, seorang siswi SMP yang bangkit dari keterpurukan setelah video konfrontasinya viral. Film ini menonjolkan pentingnya dukungan keluarga dan literasi digital dalam menghadapi dampak negatif teknologi. (*)
Artikel ini sebelumnya sudah tayang di TIMES Indonesia dengan judul: Film Cyberbullying Diputar di Gresik, Dindik Jatim Ajak Guru Tingkatkan Edukasi Digital
| Pewarta | : Akmalul Azmi |
| Editor | : Deasy Mayasari |