TIMES JATIM, PONOROGO – Suasana duka mendalam menyelimuti bumi Ponorogo. Ribuan santri, alumni, tokoh masyarakat, hingga pejabat negara tumpah ruah di kompleks Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Pimpinan PMDG, Prof. Dr. K.H. Amal Fathullah Zarkasyi, M.A., yang meninggal pada Sabtu (3/1/2026).
Almarhum menghembuskan napas terakhirnya di RS Moewardi, Solo, setelah menjalani perawatan medis. Jenazah kemudian dibawa ke Ponorogo dan tiba di rumah duka untuk disemayamkan sebelum menjalani prosesi pemakaman pada Minggu (4/1/2026) hari ini.
Sebelum diberangkatkan ke tempat peristirahatan terakhir, jenazah dishalatkan di Masjid Jami Pondok Pesantren Gontor. Ribuan jamaah memenuhi ruang utama masjid hingga meluber ke teras dan halaman.
Bertindak sebagai imam shalat jenazah adalah sahabat seperjuangan almarhum, K.H. Hasan Abdullah Sahal.

Suasana khidmat dan isak tangis tertahan menyertai setiap takbir dalam shalat tersebut. Kepergian Prof. Amal dianggap sebagai kehilangan besar bagi dunia pendidikan Islam di Indonesia, mengingat dedikasi beliau dalam mengembangkan Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor.
Sebelum keranda jenazah diangkat menuju pemakaman keluarga yang terletak di lingkungan pondok, KH Hasan Abdullah Sahal memberikan mukadimah atau sambutan pelepasan yang sangat menyentuh hati para pelayat. Dengan suara yang bergetar namun tetap tegar, beliau menyampaikan:
"Hari ini kita melepas seorang pejuang, seorang saudara, dan guru kita semua. Beliau telah menunaikan tugasnya di dunia ini dengan tuntas. Gontor tidak kehilangan arah, karena apa yang beliau tanamkan adalah nilai-nilai keabadian. Kita saksi bahwa beliau adalah orang baik, orang alim yang menghabiskan umurnya untuk meninggikan kalimat Allah. Selamat jalan, Kiai Amal. Doa kami menyertaimu," ucap Kiai Hasan Abdullah Sahal.
Prosesi Pemakaman yang Khidmat
Iring-iringan jenazah bergerak perlahan membelah kerumunan pelayat yang membentuk pagar betis sepanjang jalur menuju makam keluarga. Meskipun dipadati ribuan orang, prosesi tetap berjalan tertib dan penuh takzim.
Prof. Amal Fathullah Zarkasyi dikenal sebagai putra dari salah satu Trimurti pendiri Pesantren Gontor, KH Imam Zarkasyi. Selama masa hidupnya, beliau dikenal sebagai akademisi yang produktif dan pemimpin yang teduh, yang berhasil membawa Gontor bertransformasi dalam aspek pendidikan tinggi tanpa meninggalkan nilai-nilai kepondokmodernan.
Kini, sosok intelektual itu telah berpulang, namun warisan ilmu dan institusi yang beliau bangun akan terus menjadi amal jariyah yang tak terputus. Lahu Al-Fatihah. (*)
| Pewarta | : M. Marhaban |
| Editor | : Wahyu Nurdiyanto |