Gandeng Akademisi dan Perhutani, Pemkab Jember Kembangkan Wisata Lereng Argopuro
Kabupaten Jember memiliki kekayaan alam dan budaya yang tak ternilai, membentang dari puncak Lereng Argopuro hingga deburan ombak laut selatan.
JEMBER –
Kabupaten Jember memiliki kekayaan alam dan budaya yang tak ternilai, membentang dari puncak Lereng Argopuro hingga deburan ombak laut selatan.
Menyadari besarnya potensi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember resmi memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk memastikan sektor pariwisata memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Kadisparbud) Jember, Bobby Arie Sandi, menegaskan bahwa pengelolaan pariwisata di wilayah seluas Jember membutuhkan sentuhan kolaboratif.
Menurutnya, pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri dalam mengoptimalkan aset wisata yang beragam, mulai dari keindahan alam, aliran sungai yang membelah kota, hingga potensi wisata religi.
Sebagai tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang telah dijalin sebelumnya, Pemkab Jember kini meresmikan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan KPH Perhutani dan Politeknik Negeri Jember (Polije).
Langkah ini menandai transisi dari kesepakatan di atas kertas menjadi aksi lapangan yang terukur.
"Hari ini adalah wujud nyata dari kolaborasi tersebut. Dengan besarnya potensi yang ada, tidak mungkin Pemda menangani pariwisata ini sendirian. Lewat PKS ini, kami menyatukan visi dengan Perhutani dan Polije untuk menggarap potensi yang selama ini belum tersentuh secara maksimal," ujar Bobby saat ditemui usai penandatanganan MoU di Polije Jember, Senin (9/2/2026).
Salah satu poin krusial dalam kerja sama ini adalah keterlibatan aktif dari Jurusan Pariwisata Politeknik Negeri Jember.
Para akademisi dan mahasiswa akan diterjunkan untuk menyalurkan ilmu serta inovasi mereka dalam pengembangan destinasi.
Diharapkan, keterlibatan institusi pendidikan ini mampu memberikan dampak positif, baik dari sisi manajemen destinasi maupun promosi wisata yang lebih modern.
Titik berat pembangunan saat ini akan difokuskan pada kawasan Lereng Argopuro.
Area ini menyimpan pesona tersembunyi, mulai dari beberapa titik air terjun yang eksotis hingga jalur pendakian yang menantang.
Pengembangan ini dilakukan dengan tetap menjaga kelestarian hutan di bawah pengawasan KPH Perhutani.
Lebih dari sekadar mengejar angka kunjungan wisatawan, Bobby menekankan bahwa misi utama dari kolaborasi ini adalah aspek sosial-ekonomi.
Target utamanya adalah penurunan angka kemiskinan, khususnya bagi masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan dan lereng gunung.
"Goal besar dari kolaborasi ini adalah untuk meminimalisir angka kemiskinan di Jember. Kami ingin masyarakat di sekitar lereng dan hutan merasakan manfaat ekonomi langsung dari aktivitas pariwisata yang dikembangkan di wilayah mereka," pungkas Bobby. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




