https://jatim.times.co.id/
Berita

Revitalisasi Pasar Tawangmangu Kota Malang Diusulkan Lewat APBN, Anggaran Capai Rp35 Miliar

Sabtu, 10 Januari 2026 - 14:18
Revitalisasi Pasar Tawangmangu Kota Malang Diusulkan Lewat APBN, Anggaran Capai Rp35 Miliar Kondisi pasar Tawangmangu Kota Malang. (Foto: Rizky Kurniawan Pratama/TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, MALANGPemkot Malang bersama DPRD Kota Malang memastikan revitalisasi Pasar Tawangmangu tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pembenahan pasar tersebut direncanakan melalui pendanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), mengingat keterbatasan fiskal daerah.

Ketua Komisi B DPRD Kota Malang, Bayu Rekso Aji mengatakan, Pasar Tawangmangu menjadi satu-satunya pasar di Kota Malang yang belum tersentuh revitalisasi selama hampir empat dekade. Berbeda dengan pasar lain yang rata-rata telah direvitalisasi puluhan tahun lalu, Pasar Tawangmangu dinilai tertinggal dari sisi infrastruktur dan kenyamanan.

Sejak awal, DPRD Kota Malang intens berkoordinasi dengan pedagang serta Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kota Malang. Pada APBD Perubahan 2025, Komisi B mendorong penganggaran penyusunan Detail Engineering Design (DED) sebagai syarat utama pengajuan bantuan ke pemerintah pusat.

“DED menjadi syarat wajib secara teknis. Alhamdulillah sudah selesai pada Desember lalu. Karena APBD terbatas dan transfer ke daerah minim, kami sepakat mengajukan revitalisasi ini ke pemerintah pusat,” ujar Bayu, Sabtu (10/1/2026).

Proposal revitalisasi Pasar Tawangmangu beserta dokumen DED telah disampaikan langsung ke Kementerian Perdagangan. Menurut Bayu, momentum pengajuan dinilai tepat karena aspirasi daerah dapat diteruskan hingga ke Presiden melalui Direktorat Jenderal Perdagangan Dalam Negeri.

“Dirjen menyampaikan ada beberapa usulan daerah yang akan dibawa ke Presiden. Harapannya Pasar Tawangmangu bisa masuk, paling lambat 2027, dan semoga bisa terealisasi pada 2026,” ungkapnya.

Berdasarkan hasil DED, nilai anggaran revitalisasi Pasar Tawangmangu yang diusulkan ke APBN diperkirakan mencapai Rp35 miliar. Anggaran tersebut diperlukan untuk memperbaiki berbagai kerusakan fisik pasar yang selama ini dikeluhkan pedagang dan pengunjung.

Bayu menyebut, kondisi pasar saat ini sudah tidak layak, mulai dari atap bocor, saluran drainase yang rusak, hingga kesan kumuh yang membuat pembeli enggan masuk ke area pasar. Dampaknya, aktivitas jual beli menurun dan memicu munculnya pedagang kaki lima di luar area pasar.

Melalui revitalisasi, Pasar Tawangmangu akan ditata ulang agar lebih tertib dan nyaman, dengan mengadopsi konsep pasar yang telah sukses direvitalisasi seperti Pasar Oro-oro Dowo dan Pasar Klojen. Keberadaan kafe dan usaha kopi di kawasan pasar dipastikan tetap dipertahankan sebagai nilai tambah.

Respons pedagang terhadap rencana tersebut disebut sangat positif. Mayoritas pedagang mendukung revitalisasi, meski diakui tetap ada perbedaan pandangan dari sebagian kecil pihak.

“Saat ini pedagang yang aktif hanya ratusan, banyak lapak kosong karena sepinya pembeli. Kita doakan dan kawal bersama proses ini di pusat agar bisa segera terealisasi pada 2026,” pungkasnya.(*)

Pewarta : Rizky Kurniawan Pratama
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.