Antisipasi Banjir, PUBMSDA Sidoarjo Normalisasi Sungai Belakang PG Krembung
TIMES Jatim/Dinas PUBMSDA Sidoarjo saat melakukan normalisasi sungai di belakang PG Krembung. (FOTO: Istimewa)

Antisipasi Banjir, PUBMSDA Sidoarjo Normalisasi Sungai Belakang PG Krembung

Dinas PUBMSDA Sidoarjo melakukan normalisasi sungai sepanjang 3 kilometer di belakang PG Krembung untuk mencegah banjir.

TIMES Jatim,Senin 9 Februari 2026, 18:06 WIB
6.2K
S
Syaiful Bahri

SidoarjoSejumlah sungai maupun avour di Kabupaten Sidoarjo terus dilakukan normalisasi. Tumpukan lumpur dan sampah yang menghambat aliran air diangkat ke permukaan. Ketika hujan deras tidak sampai meluap yang menyebabkan banjir. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (PUBMSDA) Sidoarjo, Makhmud menjelaskan normalisasi kali ini dimulai dari belakang Pabrik Gula (PG) Krembung, Desa Mojoruntut.

“Hari ini kita melakukan normalisasi sungai di belakang PG Krembung karena sedimennya sudah sangat banyak. Kita perlu melakukan intervensi normalisasi pada pagi hari ini,” ucap Makhmud saat meninjau proses normalisasi, Senin (9/2/2026) 

article

Ia menambahkan, bahwa panjang aliran sungai yang dilakukan normalisasi di belakang PG Krembung sepanjang 3 kilometer. Rencananya akan selesai dalam tiga hari kedepan. 

Setelah itu, proses normalisasi sungai Kedungkembar dan Afvoer Wilayut di Sukodono dan dilanjutkan daerah Kedondong, Kecamatan Tulangan. 

Dalam mengoptimalkan normalisasi, Pemkab Sidoarjo bersinergi dengan Kodim Sidoarjo, khususnya Koramil yang ada di wilayah setempat melalui program Karya Bakti TNI Terpadu (KDMP). 

"Sedimen hasil normalisasi ini kami manfaatkan untuk menunjang pengurukan KDMP, bersinergi dengan rekan-rekan dari Kodim dan Koramil sehingga memberikan nilai manfaat lebih bagi masyarakat,” jelas Makhmud. 

Makhmud menegaskan tidak ada kendala berarti di lapangan. Pihaknya terus memantau progres harian, baik untuk perbaikan jalan maupun normalisasi sungai, agar berjalan sesuai dengan Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) yang telah ditetapkan. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Syaiful Bahri
|
Editor:Tim Redaksi