https://jatim.times.co.id/
Berita

Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Malang Naik, Tak Masuk 10 Besar SDM Unggul

Rabu, 07 Januari 2026 - 16:28
Indeks Pembangunan Manusia Kabupaten Malang Naik, Tak Masuk 10 Besar SDM Unggul Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok. (Foto: Amin/TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, MALANG – Pertumbuhan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Malang tercatat meningkat di tahun 2025 ini. Namun, IPM Kabupaten Malang masih kalah dengan beberapa daerah lain di Jawa Timur.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang, dirilis 12 November 2025, tercatat angka IPM 74,45 di tahun 2025, atau mengalami pertumbuhan sebesar 0,92 persen dibanding tahun 2024. 

Angka indeks IPM di Kabupaten Malang ini bahkan tercatat terus mengalami kenaikan selama lima tahun terakhir. Dimana, IPM Kabupaten Malang di angka 71,48 pada 2021.

Indeks Pembangunan Manusia mencakup komponen Angka Harapan Hidup (AHA), Harapan lama sekolah, rata-rata lama sekolah, dan pengeluaran perkapita riil yang dikeluarkan.

BPS Kabupaten Malang juga melaporkan angka Harapan Lama Sekolah 13,6 tahun. Namun, Rata-rata Lama Sekolah penduduk Kabupaten Malang hanya tercatat 7,98 tahun. 

IMG-20251118-WA0003.jpg

Angka IPM pada aspek Rata-rata Lama Sekolah ini relevan jika dikaitkan dengan laporan BPS Kabupaten Malang terkait Indikator Kesejahteraan Rakyat Kabupaten Malang 2025. Dimana, angka indikatornya menunjukkan bahwa mayoritas penduduk usia 15 tahun ke atas di wilayah ini, masih didominasi lulusan sekolah menengah pertama (SMP) ke bawah.

Penjelasan lebih umum, tingkat pendidikan penduduk Kabupaten Malang belum tergolong tinggi. Berdasarkan data BPS, 12,40 persen penduduk usia 15 tahun ke atas tidak memiliki ijazah SD, sementara 31,68 persen tamat SD atau sederajat. Adapun penduduk yang tamat SMP atau sederajat mencapai 24,11 persen.

Sementara itu, persentase penduduk yang menamatkan pendidikan SMA atau sederajat hanya sebesar 24,67 persen, dan yang tamat perguruan tinggi tercatat 7,13 persen. 

Dengan komposisi tersebut, bisa disimpulkan bahwa sekitar 68,19 persen penduduk Kabupaten Malang usia 15 tahun ke atas adalah lulusan SMP atau sederajat ke bawah.

Dalam keterangannya, Kepala Badan Pusat Statistik Kabupaten Malang, Erny Fatma Setyoharini menjelaskan, pendidikan merupakan salah satu indikator penting yang memengaruhi produktivitas dan kesejahteraan penduduk.

Capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2025 juga dirilis Pemerintah Provinsi Jawa Timur, yang menyebutkan 10 daerah di Jatim yang masuk 10 besar dengan Sumberdaya Manusia (SDM) paling Maju.

Posisi paling tinggi dicapai Kabupaten Sidoarjo dengan IPM 83,35 persen, disusul Kabupaten Gresik dengan IPM 79,69 persen. Sayangnya, Kabupaten Malang tidak termasuk dalam 10 besar daerah SDM paling unggul berdasarkan IPM 2025 ini.

Tingkat Pendidikan Rendah, Ada Ketimpangan 

Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Malang, Zulham Akhmad Mubarrok memberi catatan, bahwa akses pendidikan masih belum dinikmati secara merata di Kabupaten Malang hingga tingkat pendidikan lebih tinggi.

Menurutnya, terwujudnya SDM unggul harus dimulai dengan pemenuhan kebutuhan pendidikan yang semestinya. 

"Pendidikan tentu sangat penting, untuk mencerdaskan generasi juga pembiasaan positif karakter. Jika pendidikan anak kurang, maka ruang dan kesempatan bagi anak akan terbatas, dalam mengasah potensi dan bakat yang dipunyai," jelas Zulham, Rabu (7/1/2026).

Meski angka IPM penduduk Kabupaten Malang naik, itu masih timpang jika membandingkan angka Harapan Lama Sekolah dengan fakta Rata-rata Lama Sekolah.

"Tentu ini menjadi tugas berat. Pemkab Malang, khususnya melalui Dinas Pendidikan perlu bekerja keras, agar pemenuhan pendidikan anak terjamin, beriringan dengan perkembangan kehidupannya sampai benar-benar matang," tandas Zulham.

Perhatian lebih serius, lanjutnya, bukan hanya pada upaya supaya anak tetap sekolah setinggi-tingginya. Lebih dari itu, bagaimana lingkungan sekolah bisa menjadi tempat dan iklim yang tepat, yang bisa mendukung kompetensi dan bakat anak.

"Dinas Pendidikan harus mendorong sekolah-sekolah, agar masyarakat dapat dan termotivasi kuat mendapatkan kesempatan pendidikan lebih meningkat dan berkualitas. Jangan sampai, potensi anak justru terhambat, karena sekolah tidak bisa punya visi daya saing yang kuat," kata Wakil Ketua Fraksi PDI Perjuangan ini.

Bagaimana dipikirkan anak usia sekolah, namun dalam kondisi terbatas untuk tetap bisa mendapatkan pendidikan lebih tinggi. Alternatifnya, kata Zulham, dengan penguatan bekal keterampilan untuk tetap bisa menjadi SDM dengan potensi, bakat dan keunggulannya. (*)

Pewarta : Khoirul Amin
Editor : Imadudin Muhammad
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.