Semeru Kembali Meletus, Masyarakat Dilarang Beraktivitas dalam Radius 5 Km dari Puncak
Ilustrasi. Gunung Semeru kembali erupsi dengan tinggi letusan capai 1.000 meter di atas puncak pada Senin (2/2/2026) malam. (Foto: Antara)

Semeru Kembali Meletus, Masyarakat Dilarang Beraktivitas dalam Radius 5 Km dari Puncak

Gunung Semeru di Jawa Timur kembali erupsi pada Senin malam (2/2/2026) dengan tinggi kolom letusan mencapai 1.000 meter.

TIMES Jatim,Senin 2 Februari 2026, 22:38 WIB
11.5K
A
Antara

LumajangGunung Semeru yang terletak di perbatasan Malang dan Lumajang, Jawa Timur, kembali menunjukkan aktivitas vulkanik pada Senin malam. Puncak tertinggi di Pulau Jawa tersebut tercatat mengalami rentetan erupsi dengan tinggi kolom abu mencapai 1.000 meter.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Liswanto, mengonfirmasi bahwa aktivitas pertama terjadi pada malam hari. "Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 19.21 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 1.000 meter di atas puncak atau 4.676 meter di atas permukaan laut (mdpl)," jelas Liswanto dalam keterangan resminya.

Selain kolom abu berwarna putih hingga kelabu yang mengarah ke utara, terlihat pula lelehan lava pijar menuruni lereng gunung setinggi 3.676 mdpl tersebut. Tak berhenti di situ, aktivitas vulkanik terus berlanjut hingga pukul 20.48 WIB dengan tinggi letusan 800 meter di atas puncak, diikuti erupsi susulan enam menit kemudian.

"Berselang enam menit kemudian, terjadi erupsi kembali Gunung Semeru pada pukul 20.54 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 500 meter di atas puncak (4.176 mdpl)," tambah Liswanto.

Rekomendasi Keamanan PVMBG

Mengingat status Gunung Semeru yang masih berada pada Level III (Siaga), Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan instruksi tegas bagi warga di sekitar lereng. Masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara, tepatnya di sepanjang Besuk Kobokan hingga sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi.

Di luar jarak tersebut, aktivitas juga dilarang dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang Besuk Kobokan karena adanya risiko perluasan awan panas dan aliran lahar yang bisa menjangkau hingga jarak 17 kilometer.

"Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah/puncak Gunung Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar)," tegas pihak PVMBG dalam keterangannya.

Pihak berwenang juga mengimbau warga untuk tetap waspada terhadap potensi awan panas guguran, lava, dan aliran lahar di sepanjang lembah yang berhulu di puncak, khususnya di jalur Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Berita ini juga tayang di portal nasional

Baca versi lengkapnya di jaringan nasional kami.

Baca di sini
Penulis:Antara
|
Editor:Deasy Mayasari

News Logo

Media Online No 1 Pembangun Ketahanan Informasi di Jawa Timur, Menyajikan Berita Terkini Seputar Berita Politik, Bisnis, Olahraga, Artis, Hukum, yang membangun, menginspirasi, dan berpositif thinking berdasarkan jurnalisme positif.

Kanal Utama

    Kontak Kami

    • Jl. Besar Ijen No.90, Oro-oro Dowo, Kec. Klojen, Kota Malang, Jawa Timur 65116
    • (0341) 563566
    • [email protected]

    Berlangganan

    Dapatkan berita terbaru langsung di inbox Anda

    Member Of

    Logo WANIFRALogo AMSILogo Dewan PersLogo Trusted

    SUPPORTED BY

    Logo Varnion
    © 2025 TIMES Indonesia. All rights reserved.