TIMES Jatim/Cawapres Nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno disambut dengan upacara adat Tetek Pantan saat tiba di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Kalimantan, Senin (04/02/2019). (FOTO: Tofik For TIMES Indonesia)

Calon Wakil Presiden RI Nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno disambut dengan upacara adat Tetek Pantan saat tiba di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Kalimantan, Senin (04/02/2019).

TIMES Jatim,Senin 4 Februari 2019, 13:36 WIB
38K
A
Alfi Dimyati

JAKARTACalon Wakil Presiden RI Nomor urut 02, Sandiaga Salahuddin Uno disambut dengan upacara adat Tetek Pantan saat tiba di Bandara Tjilik Riwut Palangkaraya, Kalimantan, Senin (04/02/2019).

Tetek pantan dalam bahasa Dayak Ngaju berarti memotong penghalang atau menyingkirkan rintangan sehingga biasa disebut pula potong pantan. Upacara adat khas suku Dayak itu merupakan warisan tradisi nenek moyang.

Dahulu, upacara itu khusus digunakan untuk menyambut kemenangan kepala suku yang pulang dari perang dan mengayau atau memotong kepala musuh. Tapi kini digunakan untuk menyambut tamu kehormatan.

Usai disambut tarian Selanjutnya, ritual adat memasuki bagian utama, yaitu potong pantan atau menyingkirkan rintangan.

Di hadapan ”gerbang” kayu berbentuk kubus dengan ukuran masing-masing sisi sekitar 2 meter, terbentang sebatang kayu akasia terselubung kain. Pemimpin adat berada di bagian dalam gerbang, sedangkan tamu di sisi luar.

Sebelum tamu menyingkirkan penghalang, pemimpin adat melontarkan tiga pertanyaan yang wajib dijawab.

Tiga pertanyaan itu adalah siapakah nama tamu, berapa jumlah rombongan, dan apa maksud juga tujuan kedatangannya.

Setiap kali tamu selesai menjawab satu pertanyaan, pemimpin adat menyahutnya dengan pekik kemenangan atau disebut melahap, "Uuuuju Ku iy!"

Sandi menjawabnya dengan mantap.

“Saya Haji Sandiaga Salahuddin Uno, dengan delapan orang dari kepolisian dan empat dari tim inti saya, maksud tujuan kedatangan saya untuk menciptakan Indonesia adil dan makmur, Indonesia Baldatun Thayyubatun Wa Rabbun Ghafur,” jelas Sandi yang mengenakan hoodie prabowo Sandi Adil Makmur.

Setelah menjawab pertanyaan, Sandi dipersilahkan maju dan melipat kain yang diletakkan di atas kayu sebelum menebasnya dengan senjata tradisional khas Kalimantan Tengah, Mandau.

Sandi dengan perlahan tapi pasti mulai memotong kayu itu hingga terbelah dua.

Teriakan "uuuju Ku iy" kembali menggema Ritual dilanjutkan dengan menginjak telur ayam kampung di atas batu dengan kaki kanan.

Batu melambangkan kerasnya niat dan usaha manusia untuk meraih suatu kebaikan serta tujuan hidup.

”Telur ayam kampung yang berisi kehidupan ini tercurah ke bumi pertiwi dan akan membawa kesuburan serta kesejahteraan bagi manusia,” kata Pemandi adat.

Sandi menginjak dengan kaki kanan dan segera melangkah.

“Luar biasa kayanya Indonesia dengan budayanya. Ini kekuatan untuk meyerap lapangan kerja dan selalu belajar dengan kearifan lokal. Ini harus terus kita jaga. Warisan budaya leluhur yang membuat Indonesia unik. Salah satunya adalah upacara adat Tetek Pantan,” ucap Sandi. (*)

Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.

Penulis:Alfi Dimyati
|
Editor:Tim Redaksi