TIMES JATIM, BONDOWOSO – Curah hujan tinggi tak sepenuhnya menyurutkan minat wisatawan berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Selama masa libur, beberapa objek wisata yang berada di bawah pengelolaan Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Bondowoso tetap mencatat peningkatan kunjungan.
Namun demikian dalam momen libur tahun baru 2026, jumlah tersebut masih lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Di kawasan wisata Kawah Wurung, jumlah pengunjung hingga pukul 15.11 tercatat lebih dari 500 orang.
Koordinator pengelola Kawah Wurung, Angga menyebut, angka tersebut seharusnya bisa lebih tinggi jika cuaca mendukung.
“Hujan deras membuat sebagian wisatawan memilih pulang lebih awal. Meski begitu, arus kedatangan pengunjung masih terus berlangsung,” katanya, Kamis (1/1/2026).
Kondisi serupa juga terjadi di Pemandian Air Panas Blawan. Tercatat sekitar 236 wisatawan mengunjungi lokasi tersebut, berasal dari berbagai daerah seperti Bondowoso, Jember, Situbondo, hingga Surabaya. Jumlah ini jauh meningkat dibandingkan hari biasa yang rata-rata hanya sekitar 23 orang.
Pengelola wisata, Abdul Azis mengatakan, hujan menjadi faktor utama yang menahan lonjakan pengunjung.
“Selain itu, keterbatasan fasilitas tempat berteduh juga membuat sebagian wisatawan urung melanjutkan kunjungan,” paparnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Disparbudpora Bondowoso, Yuni Dwi Sri Handayani menjelaskan, meskipun terjadi peningkatan kunjungan, angka tersebut masih kalah dibandingkan libur Natal tahun sebelumnya.
Ia menilai durasi libur yang lebih panjang pada tahun lalu menjadi salah satu penyebab tingginya kunjungan saat itu.
Yuni menegaskan tidak ada penyesuaian harga tiket masuk selama libur Natal dan Tahun Baru. Tarif tetap mengacu pada peraturan daerah, yakni Rp10 ribu untuk wisatawan domestik dan Rp20 ribu bagi wisatawan mancanegara.
Untuk menjaga keamanan dan kenyamanan, Disparbudpora sebelumnya telah mengimbau para pengelola wisata agar meningkatkan kewaspadaan, termasuk menambah petugas di lokasi-lokasi yang memiliki risiko tinggi seperti kolam renang.
“Meningkatnya jumlah pengunjung harus diimbangi dengan penguatan aspek keselamatan,” ujarnya. (*)
| Pewarta | : Moh Bahri |
| Editor | : Ferry Agusta Satrio |