Pelajar di Mojokerto Alami Keracunan Massal Diduga dari MBG
Belasan santri dan pelajar di Kutorejo, Mojokerto, diduga keracunan makanan Program Makan Bergizi Gratis. Ratusan siswa alami mual, muntah, dan sakit perut, Dinkes turun tangan teliti sampel makanan.
MOJOKERTO – Kabar kurang mengenakkan datang dari Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto. Belasan santri dan pelajar dikabarkan mengalami muntah, sakit perut, hingga sakit kepala setelah mengkonsumsi makanan yang dibagikan di sekolahnya pada Jumat (9/1/2026) lalu. Diduga belasan santri ini mengalami keracunan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Informasi yang dihimpun TIMES Indonesia, Belasan santri dan pelajar ini merupakan santri Pondok Pesantren (Ponpes) An-Nur, Al Hidayah dan SMPN 2 Kutorejo. Sejumlah korban dilarikan ke Puskesmas Kutorejo, Gondang, Pacet, dan Pesanggrahan.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, Dra Dyan Anggrahini mengatakan ke sejumlah awak media, bahwa pihaknya sudah terjun lapangan untuk memastikan adanya insiden ini. Tenaga medis dari beberapa fasilitas kesehatan juga diterjunkan.
“Kamis sudah mengerahkan tenaga medis dari Puskesmas Modopuro, Mojosari, Pandan, Bangsal, RS dr Soekandar. Masing minimal membawa 4 orang. Kalau Soekandar mungkin ada 10 orang,” kata Dyan kepada awak media, Sabtu (10/1/2026).
Dyan mengaku bahwa telah mengambil sampel makanan untuk dilakukan penelitian lebih lanjut. “Kami tengah menunggu hasil sampel penelitian kami keluar,” kata dokter Dyan.
Tambahan informasi, korban diperkirakan mencapai ratusan siswa. Mereka mengalami gejala dan keluhan yang sama mulai dari sakit perut, mual-mual, muntah, dan sakit kepala. Korban telah ditangani secara intensif di tiap-tiap fasilitas kesehatan Kabupaten Mojokerto. (*)
Simak breaking news dan berita pilihan TIMES Indonesia langsung dari WhatsApp-mu! Klik 👉 Channel TIMES Indonesia. Pastikan WhatsApp kamu sudah terpasang.




