TIMES JATIM, MALANG – Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang di Kabupaten Malang mengalami peningkatan pada Oktober 2025. Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Malang mencatat TPK hotel klasifikasi bintang mencapai 41,00 persen, naik 0,86 poin dibandingkan bulan September 2025.
Kepala BPS Kabupaten Malang, Fatma Setyoharini, SE., MM dalam berita resmi statistik yang dirilis pada Desember 2025 menjelaskan bahwa kenaikan tersebut menunjukkan adanya perbaikan kinerja sektor akomodasi, khususnya hotel berbintang.
“Angka TPK hotel berbintang Oktober 2025 sebesar 41,00 persen. Ini berarti dari setiap 100 kamar yang tersedia, sekitar 40 hingga 41 kamar terjual setiap malam,” jelas Fatma.
Sementara itu, kondisi berbeda terjadi pada hotel non bintang. TPK hotel klasifikasi non bintang di Kabupaten Malang pada Oktober 2025 tercatat sebesar 11,60 persen, atau mengalami penurunan 1,47 poin dibandingkan September 2025.
“Untuk hotel non bintang, TPK Oktober 2025 justru mengalami penurunan. Hal ini menunjukkan masih terbatasnya tingkat hunian pada segmen akomodasi tersebut,” tambahnya.
Selain tingkat hunian, BPS juga mencatat Rata-Rata Lama Menginap Tamu (RLMT) di hotel berbintang dan non bintang selama Oktober 2025 berada di angka 1,29 hari. Angka ini relatif stabil dan tidak mengalami perubahan dibandingkan bulan sebelumnya.
Fatma menjelaskan, TPK merupakan salah satu indikator penting untuk mengukur produktivitas usaha jasa akomodasi. Semakin tinggi TPK dan mendekati 100 persen, maka semakin besar pula tingkat keterisian kamar hotel.
“TPK adalah perbandingan antara banyaknya malam kamar yang terpakai dengan malam kamar yang tersedia. Semakin tinggi nilainya, berarti semakin banyak kamar yang berhasil terjual,” ujarnya.
Dari sisi asal tamu, BPS mencatat bahwa mayoritas pengunjung hotel di Kabupaten Malang masih didominasi oleh wisatawan domestik. Pada Oktober 2025, 97,74 persen tamu merupakan wisatawan nusantara, sementara 2,26 persen lainnya adalah tamu asing.
“Komposisi tamu hotel bintang dan non bintang masih didominasi oleh tamu nusantara. Ini menunjukkan pergerakan wisata domestik masih menjadi penopang utama sektor perhotelan di Kabupaten Malang,” pungkasnya. (*)
| Pewarta | : Achmad Fikyansyah |
| Editor | : Imadudin Muhammad |