https://jatim.times.co.id/
Berita

Teduh Glamping Bondowoso Raih Peringkat Lima Lomba Desa Wisata Bersih Jatim

Minggu, 30 November 2025 - 14:21
Pesona Teduh Glamping di Bondowoso, Raih Peringkat Lima Lomba Desa Wisata Bersih Jawa Timur Wisata Alam Teduh Glamping di Kecamatan Sumberwringin Kabupaten Bondowoso. (FOTO: Moh Bahri/TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, BONDOWOSO – Objek wisata Teduh Glamping di Desa/Kecamatan Sumberwringin Kabupaten Bondowoso mencatat prestasi membanggakan. Destinasi berkonsep glamour camping yang berada di kaki Gunung Raung itu berhasil meraih peringkat kelima dalam Lomba Desa Wisata Bersih tingkat Provinsi Jawa Timur.

Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sumberwringin, Hendriyanto menjelaskan, kompetisi yang digelar pada Oktober 2025 tersebut diikuti puluhan desa wisata dari berbagai kabupaten/kota.

Menurutnya, penilaian meliputi aspek kebersihan, pengelolaan sampah, layanan homestay, administrasi, hingga pengelolaan unit usaha.

“Informasi lomba kami dapat dari Dispar provinsi dan ditindaklanjuti oleh Dispar kabupaten. Lalu kami ikut dan ternyata bisa masuk lima besar,” katanya. 

Setelah meraih posisi lima besar, Teduh Glamping mendapat pendampingan khusus dalam pengelolaan sampah dari lembaga Indonesia Menuju Hijau (IMH) selama satu bulan terakhir. Pendampingan ini menekankan pemilahan lebih detail dan pengolahan sampah menjadi produk bermanfaat.

Sebelumnya, pengelolaan sampah hanya dilakukan secara sederhana. Dipisahkan antara organik dan anorganik. Sampah organik langsung dibuang ke TPA, sementara yang anorganik dijual ke pengepul.

Kini, sistem tersebut semakin diperkuat. Sampah organik dicacah, lalu dimasukkan ke lubang berukuran satu meter untuk proses pembusukan menjadi kompos. Bahkan, sudah disiapkan tambahan lubang agar produksi kompos bisa lebih optimal.

Sementara sampah buah-buahan diproses menjadi pupuk cair karena kandungan enzimnya yang tinggi.

“Sampah di Teduh Glamping bisa mencapai 5 kwintal per minggu, sebagian besar berasal dari pengunjung dan dedaunan hutan sekitar,” jelasnya.

Ia menambahkan, dalam satu hari rata-rata terkumpul 70–80 kilogram sampah campuran. “Harapannya pengelola bisa melanjutkan proses ini sehingga sampah tidak semakin menumpuk,” tuturnya.

Hendriyanto menargetkan, setelah produksi kompos dan pupuk cair berjalan stabil, sebagian hasilnya akan dipasarkan. “Sekarang masih dipakai untuk kebutuhan sendiri, nanti jika banyak baru dijual,” ucapnya.

Teduh Glamping, yang berdiri pada akhir 2025 di basecamp pendakian Gunung Raung via Sumberwringin, dikenal sebagai destinasi yang memadukan keindahan alam dan konsep konservasi. Pengunjung dapat menikmati suasana berkemah di atas aliran sungai, lengkap dengan nuansa bambu dan pepohonan yang meneduhkan.

Salah satu daya tariknya adalah Teduh Café, yang menyajikan kopi Arabika dan Robusta hasil panen petani lokal. Terdapat pula Sendang, kolam alami yang terbentuk dari bendungan aliran sungai dengan air jernih dan sangat dingin dari tiga mata air. Warga percaya, mandi di sendang itu membuat awet muda.

Teduh Glamping memiliki rekam jejak prestasi yang konsisten. Pada 2024, destinasi ini masuk 20 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI). Setahun kemudian, kawasan ini ditetapkan sebagai Desa Budaya berkat pelestarian tradisi Nyonteng Kolbuk. (*)

Pewarta : Moh Bahri
Editor : Deasy Mayasari
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.