https://jatim.times.co.id/
Berita

Banjir Rendam Tujuh Kecamatan, Pemkab Probolinggo Percepat Respons Bencana

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:53
Banjir di Tujuh Kecamatan, Bupati Probolinggo Dorong Respons Darurat Lebih Cepat Bupati Probolinggo Mohammad Haris saat meninjau lokasi bencana banjir di Kecamatan Sumberasih. (Foto: Sri Hartini/TIMES Indonesia)

TIMES JATIM, PROBOLINGGOBanjir yang merendam tujuh kecamatan di Kabupaten Probolinggo mendorong pemerintah daerah mengevaluasi kecepatan penanganan bencana. Bupati Probolinggo, Mohammad Haris, menegaskan perlunya respons yang lebih cepat dan terkoordinasi saat meninjau langsung wilayah terdampak banjir di Kecamatan Sumberasih dan Tongas, Minggu (18/1/2026).

Bencana banjir tersebut terjadi pada Sabtu (17/1/2026) setelah hujan deras mengguyur wilayah Probolinggo selama berjam-jam. Wilayah yang terdampak meliputi Kecamatan Krejengan, Tongas, Sumberasih, Maron, Gading, Besuk, dan Kraksaan.

Banjir menggenangi permukiman, fasilitas umum, serta lembaga pendidikan keagamaan. Di Desa Belibis dan Sumendi, misalnya, puluhan rumah, kandang ternak, serta bangunan publik terendam air setinggi hampir satu meter.

Bupati-Probolinggo-b.jpgBupati Probolinggo saat meninjau lokasi bencana banjir di Kecamatan Sumberasih. (Foto: Sri Hartini/TIMES Indonesia)

"Kabupaten Probolinggo kembali ditimpa bencana. Dua bulan lalu kita kehilangan 13 jembatan, kali ini banjir. Kami kembalikan ke konsep awal, bahwa dinas terkait harus lebih cepat dan responsif," ujar Gus Haris di lokasi bencana.

Bupati meminta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) lebih intens berkoordinasi dengan tingkat kecamatan dan desa. Tujuannya, melakukan asesmen yang akurat dan menyiapkan langkah antisipasi.

"Kita tidak bisa menolak bencana alam, tetapi bisa meminimalisir dampaknya. Sebelum bencana, harus sudah ada laporan dan rekaman tentang apa yang perlu dilakukan," tambahnya.

Ia menegaskan, pemerintah daerah adalah kepanjangan tangan pemerintah pusat, dan masyarakat tidak boleh merasa sendiri menghadapi bencana. "Jika sistem ini terbangun, insyaallah penanganan kebencanaan akan lebih cepat," jelas Gus Haris.

Sementara itu, warga terdampak, Musrifah, menceritakan pengalamannya saat banjir melanda. Ia mendengar suara gemuruh dari belakang rumahnya selepas maghrib.

Bupati-Probolinggo-c.jpgWarga bersama TNI Polri bergotong royong membersihkan sampah akibat banjir. (Foto: Sri Hartini/TIMES Indonesia)

"Waktu dilihat, dapur sudah ikut air, habis semua perabotan," kata Musrifah. Tak hanya rumah, kandang ternaknya juga hanyut diterjang banjir.

Hingga saat ini, BPBD masih melakukan pendataan menyeluruh terhadap kerugian dan dampak di wilayah terdampak. Bupati juga mengimbau warga untuk tetap waspada dan berhati-hati menghadapi potensi cuaca ekstrem. (*)

Pewarta : Sri Hartini
Editor : Wahyu Nurdiyanto
Tags

Berita Terbaru

icon TIMES Jatim just now

Welcome to TIMES Jatim

TIMES Jatim is a PWA ready Mobile UI Kit Template. Great way to start your mobile websites and pwa projects.